Pemuda ini Ditemukan Meninggal tergantung di Pohon Jeruk Nipis

Penulis -

Senin, 15 Maret 2021 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Malang nian nasib pemuda berinisial RS (29), warga Tigo Balai, Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Depresi dan pernah mencoba melakukan aksi nekat bunuh diri pada Februari 2021 lalu. Namun akhirnya, niat itu kembali terjadi dan meninggal.

Kejadian bertempat di Jorong Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Senin (15/3). Nurhayati (60), tetangganya pertama kali melihat dari jendela rumah sudah dalam keadaan tergantung di sebuah pohon jeruk. Tepatnya di belakang rumah RS sekitar pukul 11.20 WIB.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Benar, telah terjadi kejadian diduga bunuh diri di Jorong Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur,” ungkap Kapolsek Matur, Iptu Yance Mardi melalui Kasubbag Humas Polres Agam, Senin (14/3).

Jasad almarhum kemudian diamankan petugas kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Dari hasil pemeriksaan petugas ditangani langsung Kepala Puskesmas Dr. Yulia Sartika dan Dr. Furkhon menyatakan, pada korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan murni meninggal dunia akibat gantung diri.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Dari keterangan pihak keluarga, ibu Almarhum bernama Syafriati mengatakan, anaknya mengalami depresi atau gangguan kejiwaan selama setahun terakhir. Hingga terakhir kejadian, belum kunjung sembuh. Pihak keluarga telah ikhlas dan sabar menerima cobaan itu. Dan tidak lagi bersedia melanjutkan proses sesuai hukum yang berlaku,” terangnya.

Kapolsek Matur itu menambahkan, berdasarkan keterangan keluarganya, pada awal Februari 2021 lalu, almarhun juga sudah pernah mencoba bunuh diri dengan meminum racun rumput jenis Roundup. Namun korban cepat dapat diselamatkan pihak medis. Pihak puskesmas Dr. Yulia Sartika membenarkan keterangan orang tua almarhum.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Almarhum pernah ditangani medis dan dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Ahmad Muchtar, Bukittinggi. Kejadian pada awal Februari 2021, akibat keracunan meminum racun jenis Roundup,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB