Tanjung Raya, Prokabar — Pemuda Batung Panjang yang tergabung di Pemuda Penggerak Wisata Kampung Hamka mengadu kepada Camat Tanjung Raya, Handria Asmi. Berbagai rasa dan keinginan terpendam selama ini, diluapkan kepada Puncak Pimpinan Kecamatan Tanjung Raya tersebut. Generasi muda dari Kampung Kelahiran Buya Hamka ini, ingin membangkitkan “batang tarandam” dengan segala potensi dimiliki.
A. Datuk Rajo Ameh, salah satu penggagas mengatakan, selama ini kehadiran Museum Buya Hamka tidak berdampak ekonomis pada masyarakat Sungai Batang. “Harusnya banyaknya kunjungan dari Malaysia dan wisatwan lainnya, berdampak positif pada perekonomian kami. Namun sayang, hingga saat ini malah mendapat tumpukan sampah kiriman dari pengunjung,” ungkap Tokoh Pemuda Sungai Batang tersebut saat mengikuti pertemuan dengan Camat Tanjung Raya, Jumat siang (1/3).
Ia melanjutkan, dengan kehadiran seorang pemerhati pariwisata sekaligus jurnalis, membuka cakrawalanya untuk “mengembangkan sayap” dari potensi besar Kampung Hamka tersebut. “Kami benar-benar bersyukur atas kehadiran dan kegigihan Rudi Rajo Intan, mendorong kami untuk bangkit. Hingga akhirnya kami bisa berjumpa dengan Pak Camat hari ini,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Jorong Batung Panjang, Irfan juga sangat senang dengan pergerakan pemuda tersebut. “Ini langkah hebat untuk menggiatkan marwah Hamka sebagai Pahlawan Nasional. Potensi wisata Sungai Batang jelas sudah mendunia. Apalagi, Wisata Reliqius Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, sudah prioritas Pemerintah Kabupaten Agam, Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Pusat,” terangnya.
Camat Tanjung Raya, Handra Asmi sangat senang kehadiran pemuda-pemuda tersebut. Ia mengaku, pergerakan kesadaran pemuda ini baru pertama kali Ia temui selama menjadi Camat di beberapa daerah. “Ini benar yang kami harapkan dan inginkan. Kesadaran pemuda untuk benar-benar membangun kampung halamannya sendiri.” tegas Camat Tanjung Raya tersebut.
Kami lanjutnya, sangat berterimakasih kepada abang-abang dan uda-uda semuannya, sudah hadir mengutarakan harapan yang selama ini kami dambakan. “Kita butuh pemuda-pemuda kompak, dan solid dalam melakukan perubahan. Dan saya yakin, kita pasti bisa maju, bila kita terus mempertahankan kebersamaan ini,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Agam di tahun ini bersinergi membangun wisata reliqius Sungai Batang. 6 Instansi terkait, seperti Disparpora, Disperindakkop, Disdikbud, DPMD, DLH dan Dinas PU, wajib menganggarkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, untuk Wisata Reliqius Sungai Batang.
Berbagai perencanaan sudah dirancang sedemikian rupa. Sehingga pemuda dapat memanfaatkan peluang sebagai penggiat wisata nantinya. Kuliner, kesenian, cendramata, penginapan dan sebagainya akan sangat dibutuhkan, bila memang masyarakat berkeinginan meningkatkan perekonomiannya.
“Pemuda selaku penggerak dan ujung tombak pergerakan, memiliki peran strategis dalam misi besar Pemkab Agam ini. Berbagai gagasan inovasi dan kreatif jelas dimiliki pemuda. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kawan-kawan untuk pelopor sapta pesona Wisata Religius Sungai Batang,” ungkapnya.
Pertemuan bersejarah di Sungai Batang tersebut diikuti 11 orang pemuda Batung Panjang, seorang pemerhati pariwisata dan Camat Tanjung Raya. Dan pertemuan tersebut menghasilkan 3 kesepakan sebagai langkah awal.
“Langkah pertama, komunitas ini harus mendapat wawasan luas tentang Buya Hamka dan Haka. Sehingga pemuda ini, dengan mudah menjadi pelopor. Mereka juga harus melakukan kunjungan ke objek wisata yang sudah maju. Dengan demikian, paham bagaimana mengelola sebuah objek wisata sesuai standar pelayanan profesional. Terakhir, menjalankan peranannya sebagai pemuda. Tentu mensukseskan dan membantu segala program pemerintah daerah. Kami yakin, Nagari Sungai Batang akan maju dengan adanya kepedulian dan kesadaran pemuda ini,” pungkas Camat Handria Asmi. ()
















