Solok, Prokabar – Pemerintah Kota Solok menambah dua unit mobil pemadam kebakaran baru melalui APBD 2018, sehingga mobil damkar yang dimiliki kota itu kini menjadi enam armada.
“Dua unit mobil damkar berkapasitas 4000 liter air dan 400 liter air, serta satu unit mobil operasional Satpol PP, dengan total anggaran tiga unit mobil baru mencapai Rp3,1 miliar,” kata Kepala Satpol PP Damkar Kota Solok, Bujang Putra, Selasa (7/8).
Penambahan armada baru tersebut karena kebutuhan sarana pemadam mencakup wilayah Kota Solok dan daerah lainnya.
Saat ini, Kota Solok memiliki empat unit Damkar tembak dan armada mobil tangki. Itu pun, kata dia, tiga diantaranya tidak berfungsi maksimal karena usianya sudah mencapai sekitar 20 tahun.
“Idealnya, untuk wilayah Solok, mestinya ada delapan mobil Damkar. Dengan adanya dua unit mobil baru ini, kami harapkan jumlah ideal itu terpenuhi, meski tiga armada tidak bisa kita paksakan beroperasi,” ujarnya.
Meski begitu, Pemkot Solok berkomitmen secara bertahap melakukan pergantian armada Damkar dengan unit-unit yang baru, sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa betul-betul maksimal.
“Tentu akan disesuaikan dengan kemampuan daerah,” ujarnya.
Lanjutnya, kelebihan dari armada baru ini sudah menggunakan panel-panel elektrik, sedangkan jangkauan penyemprotan mencapai 40 meter secara vertikal dan 70 meter untuk arah horizontal.
“Untuk kapasitas tangki air mampu menapung 4000 liter, sementara untuk kapasitas tangki air 400 liter air dapat memudahkan petugas masuk ke gang kecil,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Solok, Zul Elfian menyebutkan, dengan penambahan dua unit damkar baru bisa lebih memotivasi unit damkar agar lebih optimal melakukan penanganan bencana kebakaran.
“Tapi saya lebih senang jika mobil tersebut jarang digunakan. Kami tentu tidak berharap kebakaran terjadi, semakin jarang (kebakaran) itu akan lebih baik,” kata dia.
Walaupun memiliki keunggulan dibanding dengan armada sebelumnya, Zul Elfian mengatakan bahwa unit baru itu masih belum sesuai yang diharapkan.
“Spesifikasinya belum seperti yang diharapkan. Kelengkapan tangga mekanis belum ada, sehingga mobil ini kurang optimal untuk digunakan pada objek gedung bertingkat,” katanya. (*/mbb)
















