Pemko Sawahlunto Segera Pugar Lubang Kalam Peninggalan Belanda

Penulis -

Minggu, 19 Mei 2019 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sawahlunto, Prokabar – Terowongan (Spoorweg Tunel) kereta api peninggalan kolonial Belanda yang menghubungkan Sawahlunto dengan Muaro Kalaban dipugar dan dikonservasi Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto.

Diketahui, kolonial Belanda butuh waktu dua tahun untuk membuat Spoorweg Tunel atau dibangun pada tahun 1892 dan selesai pada 1894. Biasa dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Lubang Kalam.

Kepala Seksi Peninggalan Bersejarah Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permeseuman Kota Sawahlunto Rahmat Gino mengatakan pemugaran dan konservasi merupakan kegiatan rutin dalam pelestarian cagar budaya Kota Sawahlunto.

“Nilai sejarah dari Lubang Kalam ini sangat tinggi bagi Sawahlunto karena menjadi jalur transportasi satu-satunya untuk mengantarkan hasil Batubara ke pelabuhan Teluk Bayur,” katanya.

Ia menambahkan, prosesnya sedang berjalan saat ini, sementara yang dilakukan dalam konservasi yakni, pembersihan jalur dari endapan lumpur dan perbaikan saluran pinggir rel.

“Kemudian konservasi dinding pintu Lubang Kalam dan pengecatan dengan menggunakan cat bernafas sebagai cat khusus bangunan cagar budaya,” tuturnya.

“Bangunan sepanjang 828 meter ini setelah dipugar dan dikonservasi diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan,” sambungnya lagi.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB