Pemko Padang Dianggap Abai, Ribuan Orang Berkumpul Ikut Gowes

Penulis -

Minggu, 16 Agustus 2020 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Sekitar 3000 orang diperkirakan mengikuti kegiatan bersepeda santai dengan tema Siti Nurbaya Adenture, Minggu (16/8).

Terkait kegiatan yang diselenggarakan Pemko Padang tersebut Cluster Pengawasan Penanganan Covid-19 (CPPC-19) menilai Walikota Padang abai karena membiarkan pelaksanaan acara tetsebut disaat kasus Covid di Padang tengah menanjak.

CPPC-19 yang terdiri dari Ombudsman RI, Komnas HAM RI dan Komisi Informasi Sumbar menilai, kendatipun panitia mengklaim penerapan protokol kesehatan, namun tetap ada indikasi pelanggaran terhadap aturan yang dibuat oleh Walikota Padang sendiri.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Meskipun dalam rangka memeriahkan HUT RI, atau menerapkan protokol kesehatan, namun kok sampai mengundang kerumunan yang diluar batas toleransi,” ungkapnya Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani.

Lebih lanjut dirinya menyebutkan dengab terlaksananya kegiatan ini, jadi bukti abainya Pemko Padang dalam penerapan kebijakan yang telah dibuat dan tertuang dalam Surat Edaran Walikota Padang terkait larangan memeriahkan HUT RI.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Ini bukan contoh yang patut dipertontonkan, Pemko melanggar aturan yang dibuat. Mestinya Pemko mencegah dan memutus mata rantai covid-19, jadi selain membuat kebijakan juga memerikan contoh yang dapat diteladani,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Sumbar Nofal Wiska menilai bahwa Panitia atau Pemko punya kesempatan untuk membatalkan pelaksanaan kegiatan tersebut, karena memang sudah dicanangkan jauh-jauh hari.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kalau sudah begini siapa yang bisa memberi jaminan tidak ada silent spreader (pembawa virus) diantara kerumunan. Dengan penambahan kasus terbanyak di Padang harusnya Walikota membatalkan kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Cluster Pengawasan Penanganan Covid-19 menganggap pemerintahan setengah hati dalam menerapkan protokol kesehatan. (rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB