Padang, Prokabar — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Padang bersama Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menggelar sidak di Pasar Pabukoan, Pasar Raya Padang, Rabu (8/5).
Kepala BPOM Padang Martin Suhendri mengatakan dalam giat tersebut, tidak ditemukan zat berbahaya yang digunakan pedagang setelah dilakukan uji sample terhadap beberapa makanan yang dicurigai mengandung zat berbahaya.
“Alhamdulilah untuk hari ini dari uji sample tidak ditemukan zat berbahaya. Namun pengawasan akan terus dilakukan kepada jajanan di Pasar ‘Pabukoan’ ini,” ungkapnya.
Martin menambahkan, nantinya jika ditemukan zat berbahaya yang terkandung pada jajanan tersebut, akan dilakukan penindakan bersama OPD terkait.
“Tidak hanya di Pasar Raya, di Pasar Banda Buek juga dilakukan sidak uji sample kandungan makanan yang dijual pedagang, dan hari esok hingga seterusnya akan dilakukan roadshow di sejumlah daerah yang memiliki Pasar ‘Pabukoan’,” katanya.
Martin juga mengatakan, pada tahun lalu masih ditemukan zat berbahaya. Di antaranya pewarna delima yang mengandung Rodamin, yang dapat memicu kanker, serta pada kerupuk nasi yang mengandung Boraks.
“Pedagang kita imbau, jangan selalu menggunakan pemanis buatan, walaupun diperbolehkan, namun jika dikonsumsi oleh orang yang berpuasa secara terus menerus tidak baik bagi tubuh, karena tidak mengandung energi yang dibutuhkan oleh tubuh,” katanya
Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi Anshrullah memastikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang yang menggunakan bahan berbahaya untuk makanan yang dijual di Pasar Pabukoan (pasar takjil).
“Alhamdulillah untuk sementara, dari sampel yang diambil BBPOM tidak ada makanan yang mengandung bahan berbahaya. Kalau memang ditemukan, nanti sanksinya akan berat,” ujarnya
Ia mengatakan, sanksi terberat yang didapatkan pedagang yakni diproses secara hukum. Apalagi sebelum pedagang ini diberikan tempat untuk berjualan, pihaknya bersama BBPOM dan pihak terkait lainnya telah memberikan pembinaan dan sosialisasi.
“Ibu-ibu yang berjualan di sini kebanyakan yang sudah berjualan dari tahun lalu. Kalau pun ditemukan bahan makanan yang tidak sesuai, bisa saja berasal dari sumber mereka membeli bahan makanan,” katanya.
Untuk Pasar Pabukoan di Pasar Raya, kata Mahyeldi, pihaknya menyediakan tempat untuk 60 pedagang. Namun, pada hari dilakukan sidak, baru 42 pedagang yang mengisi slot tersebut.
“Kalau untuk titik-titik Pasar Pabukoan, kurang lebih ada lima titik. Tapi kan yang dari masyarakat kan juga ada. Tempat-tempat ini juga akan kita usahakan untuk diperiksa,” ujarnya. (*/hdp)
















