Pemko dan BBPOM Padang Sidak ke Pasar Pabukoan

Penulis -

Kamis, 9 Mei 2019 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Padang bersama Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menggelar sidak di Pasar Pabukoan, Pasar Raya Padang, Rabu (8/5).

Kepala BPOM Padang Martin Suhendri mengatakan dalam giat tersebut, tidak ditemukan zat berbahaya yang digunakan pedagang setelah dilakukan uji sample terhadap beberapa makanan yang dicurigai mengandung zat berbahaya.

“Alhamdulilah untuk hari ini dari uji sample tidak ditemukan zat berbahaya. Namun pengawasan akan terus dilakukan kepada jajanan di Pasar ‘Pabukoan’ ini,” ungkapnya.

Martin menambahkan, nantinya jika ditemukan zat berbahaya yang terkandung pada jajanan tersebut, akan dilakukan penindakan bersama OPD terkait.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Tidak hanya di Pasar Raya, di Pasar Banda Buek juga dilakukan sidak uji sample kandungan makanan yang dijual pedagang, dan hari esok hingga seterusnya akan dilakukan roadshow di sejumlah daerah yang memiliki Pasar ‘Pabukoan’,” katanya.

Martin juga mengatakan, pada tahun lalu masih ditemukan zat berbahaya. Di antaranya pewarna delima yang mengandung Rodamin, yang dapat memicu kanker, serta pada kerupuk nasi yang mengandung Boraks.

“Pedagang kita imbau, jangan selalu menggunakan pemanis buatan, walaupun diperbolehkan, namun jika dikonsumsi oleh orang yang berpuasa secara terus menerus tidak baik bagi tubuh, karena tidak mengandung energi yang dibutuhkan oleh tubuh,” katanya

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi Anshrullah memastikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang yang menggunakan bahan berbahaya untuk makanan yang dijual di Pasar Pabukoan (pasar takjil).

“Alhamdulillah untuk sementara, dari sampel yang diambil BBPOM tidak ada makanan yang mengandung bahan berbahaya. Kalau memang ditemukan, nanti sanksinya akan berat,” ujarnya

Ia mengatakan, sanksi terberat yang didapatkan pedagang yakni diproses secara hukum. Apalagi sebelum pedagang ini diberikan tempat untuk berjualan, pihaknya bersama BBPOM dan pihak terkait lainnya telah memberikan pembinaan dan sosialisasi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Ibu-ibu yang berjualan di sini kebanyakan yang sudah berjualan dari tahun lalu. Kalau pun ditemukan bahan makanan yang tidak sesuai, bisa saja berasal dari sumber mereka membeli bahan makanan,” katanya.

Untuk Pasar Pabukoan di Pasar Raya, kata Mahyeldi, pihaknya menyediakan tempat untuk 60 pedagang. Namun, pada hari dilakukan sidak, baru 42 pedagang yang mengisi slot tersebut.

“Kalau untuk titik-titik Pasar Pabukoan, kurang lebih ada lima titik. Tapi kan yang dari masyarakat kan juga ada. Tempat-tempat ini juga akan kita usahakan untuk diperiksa,” ujarnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB