Padang Aro, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menyiagakan sembilan tenaga kesehatan di posko pengungsian untuk melayani korban banjir bandang di Nagari Pakan Rabaa Timur selama masa tanggap darurat.
“Yang melayani korban banjir bandang di posko pengungsian ditugaskan lima orang tenaga kesehatan dari puskesmas termasuk dokter satu dan empat bidan desa Pinti Kayu jadi jumlahnya sembilan orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, Selasa (26/11).
Dia mengatakan posko kesehatan bencana berpusat di Puskesmas Muaralabuh untuk melayani korban bencana di empat kecamatan terdampak.
Namun demikian, katanya, di setiap kecamatan tetap ada posko kesehatan yang berada di puskesmas masing-masing, yaitu puskesmas Pakan Rabaa, Muaralabuh, Pauah Duo dan Lubuk Gadang.
Khusus untuk daerah Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, katanya, ada empat bidan desa dan posko gabungan bencana dengan Puskesmas bertempat di Balai Adat yang merupakan salah satu lokasi pengungsian.
Selain itu, pihaknya juga menugaskan seluruh Puskesmas yang ada di Solok Selatan untuk menugaskan petugas piket ke daerah terdampak bencana dan saat ini di lokasi terparah di Pinti Kayu.
Dia menyebutkan, sampai saat ini keluhan korban banjir berupa demam, ispa, batuk dan sudah ada diare serta sakit gatal tetapi belum banyak.
Sedangkan untuk obat-obatan, katanya, sekarang masih mencukupi sebab pada Minggu 24/11 ada droping obat dari Dinkes Provinsi.
Sebelumnya Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Richi Amran mengatakan saat ini pengungsi sebanyak 330 orang yang tersebar di lima titik.
Pengungsi paling banyak berada di Sapan Salak 100 orang, Aia Batuang 60 orang, Sapan Batu 70 orang, Pasir Panjang 70 orang dam Balai Adat 30 orang
“Sebanyak 15 balita juga ikut terdata di pengungsian,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Solok selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 22 November hingga 5 Desember 2019.(*/mbb)
















