Arosuka, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menargetkan produksi 388.173 ton padi pada 2020 atau naik sebanyak 6.478 ton dari target 2019 yang hanya 381.695 ton.
“Untuk mencapai produksi itu, tahun ini kami akan memaksimalkan teknologi pertanian sistemJarwo atau Jajar Legowo,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Si Is, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan teknik tanam Jajar Legowo adalah cara tanam padi dimana padi ditanam dalam beberapa barisan dengan diselingi satu barisan kosong.
Baris tanaman dan baris kosongnya disebut satu baris legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1 dan empat baris per unit disebut 4:1.
Penanaman dengan sistem ini akan mempermudah perawatan, menambah populasi padi sekitar 20 hingga 30 persen, mengurangi kemungkinan terserang hama dan penyakit, juga menghemat pupuk dan lainnya.
Sebelumnya produksi padi pada 2019 mencapai 369.153,3 ton dengan luas tanam 65.535 hektare. Produksi pada 2019 menurun dari 2018 yang mencapai 374.210,5 ton dengan luas tanam 64.942,8 hektare.
“Produksi pada 2019 sedikit turun karena sempat terjadi meningkatnya serangan hama tikus, blast, wereng dan bencana kabut asap,” sebutnya.
Ia menyebutkan beberapa kecamatan sebagai sentra produksi padi di Solok yaitu di Kecamatan Gunung Talang, Bukit Sundi, Kubung, Lembang Jaya, dan X Koto Singkarak.
Selain itu untuk meningkatkan produksi pihaknya akan memberikan pupuk bersubsidi pada kelompok tani.
Menurutnya, bencana banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Solok, tidak menurunkan produktivitas padi secara signifikan di daerah setempat. (*/mbb)
















