Pemkab Sijunjung Kampanyekan Stop BAB Sembarangan

Penulis -

Minggu, 25 November 2018 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sijunjung, Prokabar — Upaya mencegah gizi buruk dan stunting perlu keterlibatan dan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. Dalam rangka memperingati hari Kesehatan Nasional RI dan juga hari Toilet Se- Dunia, Kabupaten Sijunjung mengampanyekan Stop buang air besar sembarangan yang akan diselenggarakan Senin (26/11).

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Sijunjung, Dr. Ezwandra mengatakan, dalam kegiatan peringatan ini, ada dua poin yang sebenarnya harus ditekankan, yaitu sanitasi dan akses jamban.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Nantinya dalam acara tersebut kami akan mengundang kepala daerah seluruh propinsi Sumbar, gubenur Sumbar dan dinas-dinas terkait dengan masalah tersebut untuk memaparankannya,” katanya, Minggu (25/11).

 

Pertemuan nantinya akan membahas masalah teknis, agar mendapatkan solusi terhadap permasalahan ini. Terkait persoalan sanitasi dan akibat dari buang air sembarangan tersebut.

“Jadi bukan hanya pola makan sehat dan gizi buruk balita saja yang bisa menyebabkan stunting. Kami berharap kedepan pemerintah bisa memikirkan dan memberikan solusi,” katanya lagi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selain dari pemerintah sendiri, banyak yang ikut andil untuk mensukseskan dan mengampanyekan stop buang air besar sembarangan ini. Seperti, lembaga swadaya masyarakat, PKBI, SNV, dan LP2M. Hal tersebut, agar terwujudnya kesadaran masyarakat akan pentingnya, tidak buang air jamban sembarangan.

Ezwandra menjelaskan, di Sijunjung permasalahan sanitasi semuanya sudah berjalan, tapi belum maksimal. Dari data sudah sembilan nagari yang terpenuhi jamban sehatnya dari 61 nagari satu desa.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Untuk di Sijunjung, Stunting ada sekitar 30,6 persen. Kalau masalah toilet ini selesai kami yakin, hal ini mampu menekan kematian penyebab diare, mengurangi angka stanting,” ucapnya.

Ezwandra katakan, persoalan toilet ini adalah persoalan yang sangat penting. Jadi dukungannya sangat diharapkan. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB