Pemkab Pessel Tingkatkan Sosialisiasi Konsumsi Pangan Non Beras, Ini Alasannya

Penulis -

Kamis, 10 Oktober 2019 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus meningkatkan sosialisasi pemanfaatan pangan non beras. Upaya itu bertujuan agar ketahanan pangan nasional yang dimulai dari daerah bisa benar-benar tercapai.

Wakil Bupati (Wabup) Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, menjelaskan pemanfaatan bahan pangan non beras memiliki konstribusi terhadap pencapaian ketahanan pangan secara nasional.

“Agar Pessel bisa sebagai penyumbang ketanaman pangan nasional, maka sosialisasi pemanfaatan pangan non beras perlu terus di tingkatkan kepada masyarakat,” ungkapnya dilansir Prokabar dari MC Pessel, Kamis (10/10).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dijelaskanya bahwa salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai harapan itu adalah dengan cara tidak mengkonsumsi satu jenis bahan makanan saja.

“Sebab jika masyarakat masih terbiasa mengkonsumsi satu jenis makanan saja, bisa menjadi penyebab masyarakat mudah terkena rawan pangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Agar kerawanan pangan jangan sampai terjadi, sehingga masyarakat harus memulai atau mau mengkonsumsi makanan selain nasi.

Seperti halnya jagung, ubi-ubian, serta berbagai jenis buah-buahan dan biji-bijian lainya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan serta dibudidayakan di daerah.

Upaya itu bisa dilakukan, sebab sumber bahan makan tersebut sangat potensial bisa dikembangkan untuk menjamin ketahanan pangan masyarakat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dikatakan lagi bahwa berbagai jenis sumber pangan yang bisa dijadikan sebagai pengganti beras tersebut, juga harus ditingkatkan pula produksinya.

“Melalui peningkatan produksi tersebut, sehingga ketersedian bahan baku untuk dilakukan  pengolahan menjadi bahan pangan benar-benar terjamin nantinya,” tuturnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB