Pemkab Pessel Tidak Yakin Sertifikat Tanah Pelabuhan Panasahan Tuntas Tahun ini

Penulis -

Selasa, 3 September 2019 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pesimis atau tidak yakin, sertifikat lahan untuk pengembangan pelabuhan Panasahan keluar tahun ini.

Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Pessel, Mukhridal mengungkapkan, proses pengadaan lahan hingga kini masih menunggu keluarnya alas hak dari pemilik lahan.

“Tahun ini mungkin belum. Tapi sebagian besar dari pemilik lahan sudah setuju. Tinggal alas haknya saja,” ungkapnya pada wartawan di Painan, Selasa (3/9).

Kementerian Peruhubungan (Kemenhub) pada tahun angggaran 2019-2020 brencana mengembangkan kawasan darat pelabuhan Panasahan Painan, dengan alokasi dana Rp56 miliar.

Pendanaan bersumber dari Anggaran Pendapatah dan Belanja Negara (APBN). Sesuai perencanaan, kegiatan pengambangan tahun ini fokus pada penambahan kapasitas dermaga lama.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Penerangan sekitar kawasan dan biaya konsultan pengembangan, dengan dana Rp36 miliar. Sedangkan pada 2020, dilanjutkan dengan perkuatan pelataran dermaga, senilai Rp20 miliar.

Sebagai persyaratan, pemerintah daerah harus merubah rencana induk pelabuhan. Merevisi derail enginering design (DED). Sebab DED dan rencana induk yang lama sudah tidak berlaku lagi.

Selain itu, menyerahkan setifikat lahan pada Kemenhub. Setelah alas hak tanah keluar, lanjut Mukhridal, masuk pada tahapan penyiapan peta bidang tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Setelah itu baru kita panggil tim penilai untuk penghitungan ganti kerugian tanah yang terdampak. Estimasi dananya sekitar Rp1,75 miliar,” terangnya.

Kendati demikian, untuk persyaratan lahan dari kementerian, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BPN menerbitkan surat keterangan pengurusan sertifikat lahan pelabuhan.

Saat ini, Dinas Perhubungan Pessel telah memberikannya pada pemerintah pusat melalui Kemenhub. Sebab, untuk pengurusan sertifikat lahan di BPN juga membutuhkan waktu.

“Paling tidak tahun ini sudah didaftarkan, karena masih ada sedikit lagi yang belum bebas, “ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPN Pessel, Efrizal mengatakan, pemerintah daerah harus bisa menunjukkan secara jelas siapa pemilik tanah yang bakal diterbitkan sertifikatnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sebab, lahan yang bakal diterbitkan sertifikat untuk pengembangan kawasan pelabuhan Panasahan itu banyak.

“Nanti saya akan cek dulu di kantor. Sekarang saya sedang di luar daerah,” ungkapnya.

Pelabuhan Panasahan memiliki luas lahan 13 Haktare. Dari luasan tersebut, yang sudah dibangun tercatat seluas 6 Hektar, dengan panjang dermaga 70 Meter dan lebar 50 Meter.

Sesui target, pemerintah daerah bakal menjadikan Panasahan sebagai pelabuhan crude paln oil (CPO), mengingat potensi Pessel sebagai salah satu daerah penghasil sawit di Sumber, tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB