Pemkab Pessel Siapkan Rp1,8 Miliar untuk Penyakit Gizi Kronis

Penulis -

Minggu, 27 Januari 2019 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pada tahun ini, Pemerinta Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), telah menyiapkan anggaran Rp1,8 miliar, untuk pengurangan angka penderita penyakit gizi kronis atau disebut stunting.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Pessel, Yuni Andra mengatakan, anggaran tersebut disiapkan untuk mengatur asupan gizi serta makanan tambahan yang dibutuhkan untuk kesehatan balita yang ada di daerah itu.

“Diantaranya untuk memenuhi vitamin serta tambahan makanan yang dibutuhkan balita. Karena persoalan gizi ini, salah satu perhatian Pemkab untuk mengatasinya,” kata Yuni Andra kepada Prokabar.com baru-baru ini.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menjelaskan, tahun 2018, jumlah kasus stunting di daerah itu tercatat mencapai 8,6 persen atau sebanyak 3.800 dari 45 ribu banyak balita. Dan jumlah ini menurun 5 persen dari 13,2 persen pada tahun sebelumnya.

“Sedangkan, untuk kasus balita gizi lebih mencapai 0,5 persen atau sebanyak 300 balita dan yang sangat kurus sekali mencapai 16 orang,” jelasnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Menurutnya, persoalan stunting di daerah itu, diantaranya dipengaruhi akibat pola asupan yang kurang sejak kandungan, hingga gangguan pola asuh lainnya yang mengakibatkan menjadi kekurangan gizi serta vitamin yang seharusnya dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita.

“Karena pola asupan ini harus dilakukan mulai dari umur nol sampai 59 bulan. Terkadang orangtua lenga, terhadap ini hingga stunting, gizi lebih dan sangat kurus sekali yang sebenar bisa dicegah dari sebelum lahir,”terangnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sejauh ini, pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk kesehatan balita di daerah itu. Selain program kesehatan, Pemkab Pessel juga telah melakukan penataan kelayakan terhadap tempat tinggal dan sanitasi lingkungan yang baik untuk masyarakat.

“Dan saat ini, jika dibandingkan kabupaten/kota lain, penanganan kita cukup baik. Dan ini akan terus kita lakukan, diantaranya saat ini Dinkes juga dibantu TP-PKK yang pokus dalam memperhatikan gizi balita,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB