Pesisir Selatan, Prokabar – Meskipun seorang pasien diduga terinfeksi virus corona dan dirawat di RSUP M Djamil, Kota Padang, Sumatera Barat.
Pasien seorang perempuan berusia 20 tahun, mengalami gejala demam dan sesak napas, sepulang dari Thailand.
Terkait soal itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, mengaku belum mengecek kesehatan tenaga kerja asing di daerah itu.
Pasalnya, berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), sedikitnya terdapat 61 orang tenaga kerja asing di Pessel. Dari jumlah itu, sebanyak 55 orang diantaranya berasal dari China.
“Ya, sisanya dari Italia. Sebagian besar tenaga kerja asing asal Tiongkok itu di proyek PLTMH Dempo,” ujar Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Refrinaldi pada wartawan di Painan, Selasa (3/3).
Belum dilakukannya pengecekkan terhadap tenaga kerja asing itu dikarenakan kewenangan pengawasan tenaga kerja asing telah dialihkan ke pemerintah provinsi, sejak Januari 2017.
Pengalihan itu sesuai amanah Undang-undang (UU) nomor 34 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Sementara, kewenangan kabupaten/kota saat ini hanya pembinaan.
Kendati demikian, menurutnya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Selain itu, membicarakannya dengan Dinas Kesehatan. Apalagi, virus corona sudah mulai masuk ke Indonesia.
Bahkan, seorang warga Kota Padang telah terindikasi suspec virus corona yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum M. Djamil Padang.
“Sejauh ini kami memang belum menyurati pemerintah provinsi. Nanti secepatnya akan kami surati,” terangnya.
Menurutnya, sejak 2018, terjadi kenaikan cukup tinggi arus tenaga kerja asing dari China ke Pessel, pasca dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) di Nagari Pelangai Garang Kecamatan Ranah Pesisir.
Kedatangan mereka sesuai dengan kebutuhan pembangunan proyek pembangkit sumber energi sekunder, dengan kapasitas terpasang 13,4 MW itu. Namun, pengembang tetap melaporkan izin tinggalnya.
Virus 2019 Novel Coronavirus atau yang lebih dikenal dengan nama virus corona merupakan jenis baru dari corona virus yang menular pada manusia.
Inveksi virus ini disebut dengan COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China akhir Desember 2019. Ia dapat menular dengan cepat. Parahnya, virus itu kini telah menyebar ke berbagai negara.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu Bupati Hendrajoni sempat menolak kedatangan wisatawan mancanegara asal Negeri Tirai Bambu itu ke Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh,(min)
















