Agam, Prokabar — Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Agam akan menganggarkan untuk siaga tanggap kewaspadaan Covid 19 sebesar Rp10 milyar rupiah. Namun setelah melakukan rapat terbatas melalui video conference dengan seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan dan Nagari se Kabupaten Agam, akhirnya anggaran ditambah menjadi Rp12 milyar.
Rapat Jumat malam (27/3) dengan pemanfaatan teknologi informasi tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto. Melalui arahan Bupati Agam, Indra Catri, rapat terfokus pada tiga poin.
Pertama Operasi Pasar ke seluruh wilayah sampai ke daerah pelosok. Kedua, penggunaan anggaran dana nagari atau dana desa, untuk biaya operasional penanggulangan Covid 12. Serta himbauan kebijakan yang telah diedarkan Pemerintah Kabupaten Agam kepada seluruh masyarakat.
“Kami kembali melakukan revisi penganggaran penanggulangan, kewaspadaan dan kesiap-siagaan Covid 19. Setelah rapat melalui video conference, Jumat malam (27/3), diikuti seluruh opd dan seluruh jajaran. Dapat kami simpulkan untuk memenuhi segala kebutuhan penanganan itu, harus ada penambahan anggaran sebesar Rp2 Milyar. Sebelumnya Rp10 Milyar sehingga menjadi Rp12 milyar,” ungkap Setda Kabupaten Agam, Martias Wanto, Sabtu (28/3).
Kondisi saat ini sangat urgen dan waspasa sekali. Kebijakan ini pun berdasarkan arahan Pemerintah Pusat terkait kebijakan pemanfaatan anggaran, diprioritaskan untuk penanganan pencegahan penyebaran Covid 19.
“Kita sangat berharap, semua pihak hingga sampai pemerintahan nagari dan jorong, dapat membantu serius dalam pencegahan penyebaran virus berbahaya ini. Dengan segala kebijakan yang telah disosialisasikan sebelumnya. Dan kita terus berusaha sekuat tenaga. Serta berdoa, semoga kita di Kabupaten Agam, tidak ada warga kita terkena dampak penyebaran atau ancaman Covid 19 ini,” pungkasnya. (rud)
















