Pemkab Agam sediakan 1.190 Ton Beras dan 20 Ton Garam untuk Terdampak Kebijakan Covid 19

Penulis -

Kamis, 2 April 2020 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam memutuskan untuk membatasi aktifitas hari balai di pasar tradisional se Kabupaten Agam. Kebijakan pahit itu diambil, guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 yang dimungkinkan telah masuk ke wilayah tersebut.

Bupati Agam, Indra Catri mengatakan keputusan tersebut berdasarkan semakin banyaknya pendatang seperti perantau pulang dari daerah pandemic. Saat ini, diperkirakan dua ribu lebih orang yang masuk ke Kabupaten Agam. Dan ini sangat rentan. Dan mereka akan sering ke pasar untuk ikut transaksi.

Dan dampak penyebaran tertinggi dari aktifitas pasar. Dan berdasarkan pengalaman beberapa negara yang sudah banyak terjangkit Covid 19, akibat dari transaksi jual beli seperti lembaran uang dari tangan ke tangan.

“Keputusan ini memang berat. Mengagetkan, ya kalau tidak tersentak kita tidak akan tau bahaya yang kita hadapi ini sesungguhnya. Dan ini bukan perkara main-main. Kita sudah menyaksikannya dari berbagai media. Ratusan ribu orang meninggal dari berbagai negara karenanya. Bahkan di Indonesia sudah banyak korban jiwa,” Terang Bupati.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Meski di Agam masih belum ada Positif Covid 19, namun itu jangan sampai terjadi. Jika sudah ada satu orang saja terkenak wabah itu, akan disusul banyak korban lainnya. “Maminteh Sabalaum Anyuik” pencegahan harus gencar kita dilakukan. Karena bahaya yang dihadapi juga sangat nyata tapi tidak tampak.

Kebijakan tersebut tidak sekedar kebijakan saja. Penutupan pasar pasti akan dampak hebat dari sisi perekonomian dan sosial masyarakat. Dan antisipasi dampak itu sudah dilakukan dengan sejumlah strategi.

“Dampak penerapan sejumlah kebijakan seperti social distancing sudah sangat bagus di tengah masyarakat. Beberapa hari ini saya melakukan monitor siang dan malam, Alhamdulillah masyarakat sudah sangat paham dan mengerti. Hanya terkait aktivitas pasar saja yang masih perlu kita batasi,” paparnya.

Kebijakan yang sudah diterapkan seperti pembentukan Tim GT2P Covid19 Agam atau tim khusus penanganan. Tim mulai dari tingkat kabupaten sampai di tingkat kecamatan. Tugas pertama, mensukseskan Social Distancing di tengah masyarakat. Seperti mengatur jarak dengan orang lain minimal 1 meter, menggunakan masker ke luar rumah, mencuci tangan setiap saat. Langsung mandi sesampai di rumah dan memasukan pakaian kotor ke pencucian.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sebelumnya, kebijakan yang telah dilakukan terdahulu yaitu meniadakan sholat berjemaah atau pengajian lainnya, berkumpul-kumpul, aktifitas sekolah ditiadakan, serta menganjurkan perbanyak di rumah ketimbang berkeliaran di keramaian.

Pembatasan operasional pasar juga telah dilakukan, dengan sejumlah solusi kepada masyarakat. Mengintruksikan seluruh camat dan walinagari untuk segera berkoordinasi dengan pengurus dan pengelola pasar untuk menindaklanjuti instruksi tersebut. “Kami minta masyarakat di rumah saja, tidak usah ke pasar, kita akan bersihkan pasar dulu, kita semprotkan disinfektan mulai besok,” ulasnya.

Solusi kebijakan itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Agam persiapkan beberapa program bantuan untuk masyarakat, terkait dengan musibah Covid-19. Bantuan yang disiapkan, diantaranya bantuan langsung dan operasi pasar.

“Untuk bantuan langsung disiapkan sebanyak 1.190 ton beras dan 20 ton garam. Setiap jiwa akan mendapat bantuan 9 kg perbulan. Tahap awal, segera disalurkan sebanyak 109 ton beras yang sudah tersedia di gudang bulog,” ujar Bupati Agam, Indra Catri didampingi Sekda Agam, Martias Wanto, Minggu lalu.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang akan menerima bantuan adalah masyarakat yang masuk kategori kurang mampu, dan berdampak kepada kebijakan penanganan Covid 19.

Sementara itu, operasi pasar juga akan diselenggarakan. Tim yang ditugaskan akan mendata dan memanfaatkan produksi hasil alam setiap nagari. Memanfaatan potensi pertanian dari setiap nagari dan membelinya untuk memenuhi kebutuhan mssyarakat itu sendiri. Progam ini pun sudah terbantu dari program agam menyemai. Sehingga setiap rumah tangga di pekaranganan rumahnya, ssudah ada tanaman yang dapat mereka maanfaatkan untuk bertahan hidup. Terutama dalam kondisi darurat saat ini.

“Setiap pedagang tiap nagari juga akan dihimpun untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah nagari, dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga setiap nagari dipastikan akan berbeda-beda bantuan yang didapat setiap nagari, karena disesuaikan hasil produksi alam nagari itu sendiri,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB