Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam bersama Polres Agam fokus pengamanan Etape 4 Tour De Singkarak, di Kecamatan Tanjung Mutiara dan Kelok 44. Pengamanan terkait antisipasi adanya hewan ternak berkeliaran, longsor dan pohon tumbang.
Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi, di Lubuk Basung menyebutkan, kedua lokasi itu menjadi daerah paling rawan terhadap insiden yang akan membahayakan keselamatan peserta TdS. Di Kecamatan Tanjung Mutiara, pihaknya mengerahkan 30 personil ditempatkan di tiga titik. Yaitu, Pasar Tiku, Banda Gadang dan Gasan sebagai perbatasan Agam dengan Padang Pariaman.
“Lokasi tersebut menjadi titik fokus pengamanan agar kita dapat mengatasi hewan ternak berkeliaran, yang nantinya dapat mengganggu kelancaran iven berskala Internasional tersebut,” ujarnya.
Polres Agam bekerjasama dengan Pemkab Agam tela membuat surat edaran pada warga yang miliki hewan ternak dikandangkan selama pelaksanaan TdS etape 4. Sedangkan lokasi lain berada di kelok 44. Bekerjasama dengan BPBD untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana.
“Kita akan upayakan dengan BPBD dan ikut membantu untuk mensterilkan jalan yang akan dilewati,” kata Kapolres Agam.
Total personil yang diturunkan untuk pengamanan sebanyak 306 orang terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, Damkar dan BPBD Agam. (rud)
















