Padang Baru, Prokabar — Pemerintah kabupaten Agam bersama Forkompimda Agam memberi dukungan terkait keputusan Gubernur Sumatera Barat untuk memberlakukan pembatasan selektif bagi pendatang yang masuk ke Sumatera Barat.
Pembatasan secara selektif pendatang yang dari luar Sumbar sudah langsung diberlakukan di wilayah Kabupaten Agam sejak Sabtu,(28/3) kemarin, dengan pengawasan langsung ke lapangan terutama di pintu-pintu masuk ke wilayah kabupaten Agam untuk pemeriksaan kesehatan oleh tim medis melibatkan unsur Satpol PP, BPBD, TNI-Polri .
“Kita sudah mendeteksi kasus tersebut terjadi di beberapa tempat,” ungkap Bupati Agam, Indra Catri.
Keputusan pembatasan pergerakan regional yang ditetapkan Pemerintah Provinsi. Meski demikian, ancaman datang dari interaksi sosial dan pergerakan yang dilakukan masyarakat di tingkat lokal seperti antar jorong, antar nagari, antar kecamatan, dan antar kabupaten.
“Sebagai contoh, kemarin saya sengaja berkeliling mengunjungi beberapa daerah. Dan ternyata masyarakat kita tidak disiplin dalam melaksanakan himbauan agar melaksanakan social distancing dan physical distancing,” tuturnya.
Ia juga mengatakan sudah himbau untuk sementara, tidak menunaikan sholat Jum’at dan majelis pengajian. Bahkan di lapangan pasar-pasar nagari ramai, alek undangan tetap dilaksanakan di banyak tempat, warung-warung kopi tetap buka. “Kami minta masyarakat untuk mendukung instruksi pemerintah itu,” tegas Indra Catri. (rud)
















