Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pemkab Agam Apresiasi Semangat Berkorban Masyarakat di Tengah Pandemi

Dibaca : 199

Agam, Prokabar — Musibah pandemi Covid-19 hampir merata menyerang penduduk Bumi. Hanya sebagian kecil negara di dunia ini, terdampak Covid-19.

Kondisi itu hampir sebagian besar negara dunia melakukan penanganan yang sama, yakni dengan cara lockdown. Terutama negara maju dengan stabilitas ekonomi yang bagus.

Sedikit berbeda di Indonesia, penanganan Covid-19 dilakukan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, dilanjutkan Tatanan Normal Baru atau New Normal.

Akibat kebijakan itu, jelas mempengaruhi seluruh sektor kehidupan. Sektor pendidikan, perekonomian, sosial, budaya dan sebagainya. Menggiring peradapan manusia kepada tatanan kehidupan baru, bertujuan melawan penyebaran Covid-19.

Mengerucut ke Provinsi Sumatera Barat, khusus di Kabupaten Agam, ketahanan pangan dan karekteristik masyarakatnya cukup tangguh dan kuat. Apalagi memiliki nilai beribadah yang taat sebagaimana mestinya umat Muslimin. Mentalitas itu membuatnya mampu bertahan baik hingga saat ini.

Sebagai masyarakat agraris, ketahanan pangannya patut diajungkan jempol, pasalnya hasil pertanian selalu surplus tiap tahun. Didukung memiliki Pasar Padang Lua salah satu Pusat Pasar penampung dan pendistribusian bahan pangan, terutama sayur mayur terbesar di Sumatera Barat.

Di sisi lain, meski ditengah pandemi Covid-19 ini, masyarakatnya memiliki semangat hebat beribadah, terutama melaksanakan ibadah Idul Adha 1441 Hijriah. Tetap ikut berkurban menyumbangkan sedikit hartanya walau dalam kondisi krisis ekonomi.

Berbagai kesulitan sedang dilalui, akan tetapi tidak menyurutkan sedikitpun untuk bersedekah dan berkurban. Mensedekahkan sedikit uang, untuk membeli beberapa ekor sapi dan disemblih. Ibadah itu dilaksanakan di masjid, mushalla, surau atau ditempat khusus di suatu kaum maupun kelompok masyarakat.

Walau terjadi pengurangan jumlah hewan kurban secara total keseluruhan di Agam, namun dibandingkan dengan kondisi perekonomian dan sosial secara global, masih terbilang sangat wajar. Di 2020 ini, hewan kurban berjumlah 4.463 ekor sapi dan 185 ekor kambing. Di 2019 lalu, berjumlah 5.441ekor sapi dan 174 ekor kambing.

“Memang terjadi penurunan dan mungkin ini disebabkan berkurangnya jumlah hewan kurban yang bersumber dari perantau dan para pedagang. Kita sama-sama memahami, sektor perekonomian jauh merosot akibat dampak penanganan Covid-19 di Indonesia,” ungkap Bupati Agam, Indra Catri saat memberikan keterangan kepada Prokabar, Jumat (31/7).

Bupati melanjutkan, kita pantas mengapresiasi seluruh masyarakat Agam yang tetap menunaikan ibadah qurban. Ini menunjukan kesolehan sosial dan individual yang tinggi di tengah-tengah masyarakat.

“Dalam kondisi sulit ini, masyarakat Agam tetap banyak berkorban. Ini sekaligus menunjukan bahwa fondamen ekonomi masyarakat kita, khususnya sektor pertanian cukup tangguh menghadapi imbas pendemi Covid19,” ujarnya.

Dalam kesempatan pelaksanaan sholat Idul Adha 1441 H berjemaah di halaman Kantor Pemkab Agam, Bupati menyampaikan pesan, kesan sekaligus curahan hati kepada masyarakatnya.

“Pada Idul Adha tahun ini, syukur Alhamdulillah, kita di Kabupaten Agam tetap menyelenggarakan penyembelihan hewan Qurban. Tercatat sebanyak 4.463 ekor sapi dan 185 ekor kambing yang akan disembelih, tersebar di seluruh kecamatan, nagari, dan jorong. Imbas pandemi Covid-19 terhadap daya beli masyarakat, menyebabkan Qurban tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 5.441 ekor sapi dan 174 ekor kambing,” jelas Bupati Agam, Indra Catri.

Sungguhpun begitu, patut kiranya pihaknya mengapresiasi seluruh masyarakat Kabupaten Agam yang telah menunaikan ibadah qurban. Inilah cerminan kesalehan pribadi yang kemudian dijawantahkan menjadi kesalehan sosial, serta memberikan sumbangsih yang nyata bagi pengurangan kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Sekaligus ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Agam adalah masyarakat yang Madani.

Dirinya juga menyampaikan imbau, di masa Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 ini, marilah sama-sama menjaga perilaku hidup bersih sehat dalam beraktivitas di kehidupan sehari-hari. Sering cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak aman (physical distancing). Sehingga dapat memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Beliau mengajak bersama-sama antara Pemerintah, Badan Usaha, Akademisi, Niniak Mamak, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, dan Jurnalis atau wartawan (media masa) membudayakan perilaku disiplin sosial pada aktivitas luar rumah. Membiasakan “salam sambah” dengan tidak melakukan kontak fisik atau berjabat tangan.

Pada kesempatan berjemaah Sholat Idul Adha 1441 Hijriah di depan Kantor Bupati Agam, terlihat kedisiplinan protokol kesehatan pandemi Covid-19, sesuai Tatanan Normal Baru. Menunjukan keseriusan Pemerintah Daerah bersama masyarakat dan seluruh stagholder mengikuti arahan tersebut.

“Marilah kita wujudkan masyarakat Agam semakin Madani yang benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Marilah senantiasa kita tumbuh-kembangkan kesetia-kawanan sosial dan semangat rela berkurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan Nabi Ismail Alaihis Salam,” Pungkas Bupati Agam, Indra Catri. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top