Lubuk Basung, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam telah menganggarkan 10 milyar terkait penanganan kewaspadaan dan pencegahaan Covid 19. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto kepada Prokabar.com, usai melaksanakan Video Converence bersama Bupati Agam, Indra Catri dengan seluruh OPD, Forkopimda dan walinagari se Kabupaten Agam.
“Ya, sesuai dengan kebijakan, himbauan dan kewajiban masyarakat bertahan di rumah yang telah kita sampaikan. Ini akan berdampak pada perekonomian kita. Dan untuk itu, tentu ada beberapa hal yang kita lakukan tanggap daruratnya,” terangnya.
Setda Kabupaten Agam melanjutkan, Pemda Agam akan coba bantu orang tua murid yang hari ini atau seorang pelajar atau mahasiswa kuliah di luar, tidak bisa pulang dalam kehidupan susah. Akan dilakukan rumusan penanggulangan atau penangananya berupa membantu biaya hidup selama bulan april dan mei.
“Selain itu, dari sisi tenaga medis kita baik itu peralatan Alat Pelindung Diri di rumah sakit, hari ini kita kembangkan lagi tambahan dua ruangan isolasi. Dan itu juga butuh peralatan dan itu kita siapkan gerak cepat saja penyiapannya,” tuturnya.
Peralatan seperti termometer, APD, sarung tangan dan masker memang sangat sulit ditemukan saat ini. Dan kondisi ini memang merata dan sangat jadi keprihatinan hampir di seluruh daerah di Indonesia saat ini.
“Nah untuk itu, sesuai arahan dengan pimpinan kemaren, kita telah menganggarkan lebih dari 10 milyar untuk tanggap darurat covid 19 ini. Karena saat ini, alhamdulillah regulasinya sudah dimudahkan pemerintah pusat,” ujarnya.
Untuk Kecamatan atau Nagari yang telah mengikuti himbauan tetap di rumah, agar Walinagari dan jajaran untuk bisa membantu sembako atau kebutuhan pokok warganya.
“Walinagari dan jajaran harus mengantarkan langsung kebutuhan pokok masyarakatnya yang sudah mengindahkan himbauan kita. Dan kebijakan ini hendaknya akan segera terealisasi secepatnya,” pungkas Martias Wanto. (rud)
















