Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Peminat Batik Sampan Kota Pariaman Makin Meningkat

Dibaca : 112

Pariaman, Prokabar — Batik Sampan yang diproduksi perajin batik di Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, Sumatra Barat terus mengalami perkembangan.

Selain permintaan yang terus meningkat, jumlah tenaga kerja yang diserap pun bertambah. Ekonomi masyarakat perajin pun meningkat.

Hal itu seperti yang diakui perajin batik Sampan Desa Punggung Ladiang Rini Safitri (38) di kediamannya, Dusun Parik Desa Punggung Ladiang.  Menurut dia, permintaan batik Sampan kini mulai meningkat.

“Selain itu, sudah ada lima orang karyawan yang rutin menerima upah. Rata-rata seorang karyawan menerima upah Rp60.000 hingga Rp100.000. Tergantung dari jenis pekerjaan dan lamanya bekerja. Rata-rata jam kerjanya dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB,” tutur Rini yang juga Ketua Kelompok Batik Sampan Tiga Diva ini dilansir Prokabar dari MC Pariaman, Minggu (30/8).

Menurut Rini, dia mulai membatik diawali dengan mengikuti pelatihan membatik yang diadakan Koperindag Kota Pariaman bekerja sama dengan Balai Diklat Industri akhir 2018 lalu. Hingga kini terus membatik yang dimulai dari proses melukis, canting, waterlas hingga mencelup.

Saat ini, kata Rini, ada pesanan 30 helai dari Koperindag Kota Pariaman. “Dari pesanan tersebut, sudah ada di antara karyawannya yang berganti handphone untuk lebih memudahkan komunikasi,” kata Rini didampingi Ketua Karang Taruna Tigo Sapilin Desa Punggung Ladiang Armen Saputra.

Dikatakan, satu helai/stel batik  panjang 2,6 meter dijual seharga Rp400.000, sedangkan batik tidak berpola dengan ukuran 2 meter dijual seharga Rp300.000. Harga ini bisa bervariasi lagi tergantung tingkat kesulitan motifnya. Ciri khas motif batiknya adalah tabuik, sesuai dengan ikon Kota Pariaman.

Rini mengakui, salah satu kendala dalam merekrut tenaga baru untuk membatik adalah belum pernah diberikan pelatihan. Masih banyak yang ingin membatik, tapi mereka belum dilatih. “Kami sangat berharap ada pelatihan membatik ini di Kota Pariaman sehingga mereka yang berminat dapat mengikutinya,” tutur Rini.

Pj. Kepala Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Selatan Hendri Saputra, yang dihubungi MC mengungkapkan sangat mendukung pengrajin batik Sampan. “Pemerintah Desa Punggung Ladiang sangat mendukung pengembangan batik tersebut. Melalui program pemberdayaan Desa Punggung Ladiang kita akan upayakan pelatihannya, sehingga perajin batik bisa bertambah dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Hendri Saputra. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top