Peminat Batik Sampan Kota Pariaman Makin Meningkat

Penulis -

Minggu, 30 Agustus 2020 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar — Batik Sampan yang diproduksi perajin batik di Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, Sumatra Barat terus mengalami perkembangan.

Selain permintaan yang terus meningkat, jumlah tenaga kerja yang diserap pun bertambah. Ekonomi masyarakat perajin pun meningkat.

Hal itu seperti yang diakui perajin batik Sampan Desa Punggung Ladiang Rini Safitri (38) di kediamannya, Dusun Parik Desa Punggung Ladiang.  Menurut dia, permintaan batik Sampan kini mulai meningkat.

“Selain itu, sudah ada lima orang karyawan yang rutin menerima upah. Rata-rata seorang karyawan menerima upah Rp60.000 hingga Rp100.000. Tergantung dari jenis pekerjaan dan lamanya bekerja. Rata-rata jam kerjanya dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB,” tutur Rini yang juga Ketua Kelompok Batik Sampan Tiga Diva ini dilansir Prokabar dari MC Pariaman, Minggu (30/8).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Menurut Rini, dia mulai membatik diawali dengan mengikuti pelatihan membatik yang diadakan Koperindag Kota Pariaman bekerja sama dengan Balai Diklat Industri akhir 2018 lalu. Hingga kini terus membatik yang dimulai dari proses melukis, canting, waterlas hingga mencelup.

Saat ini, kata Rini, ada pesanan 30 helai dari Koperindag Kota Pariaman. “Dari pesanan tersebut, sudah ada di antara karyawannya yang berganti handphone untuk lebih memudahkan komunikasi,” kata Rini didampingi Ketua Karang Taruna Tigo Sapilin Desa Punggung Ladiang Armen Saputra.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dikatakan, satu helai/stel batik  panjang 2,6 meter dijual seharga Rp400.000, sedangkan batik tidak berpola dengan ukuran 2 meter dijual seharga Rp300.000. Harga ini bisa bervariasi lagi tergantung tingkat kesulitan motifnya. Ciri khas motif batiknya adalah tabuik, sesuai dengan ikon Kota Pariaman.

Rini mengakui, salah satu kendala dalam merekrut tenaga baru untuk membatik adalah belum pernah diberikan pelatihan. Masih banyak yang ingin membatik, tapi mereka belum dilatih. “Kami sangat berharap ada pelatihan membatik ini di Kota Pariaman sehingga mereka yang berminat dapat mengikutinya,” tutur Rini.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pj. Kepala Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Selatan Hendri Saputra, yang dihubungi MC mengungkapkan sangat mendukung pengrajin batik Sampan. “Pemerintah Desa Punggung Ladiang sangat mendukung pengembangan batik tersebut. Melalui program pemberdayaan Desa Punggung Ladiang kita akan upayakan pelatihannya, sehingga perajin batik bisa bertambah dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Hendri Saputra. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB