Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Pemilik Kendaraan Seolah Dipaksa “Minum” Premium Ketengan

Tanah Datar, Prokabar – Kelangkaan premium masih terjadi di Tanah Datar, dan bahkan mungkin di Sumatera Barat pada umumnya. Banyak pihak menuding, sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi tak lain karena banyaknya para pengecer yang ikut serta membeli BBM tersebut.

Bahkan, mobil tangki pengisi minyak belum tiba di SPBU dari depot Pertamina Bungus, para pengecer ini malah telah lebih dahulu antri dan memarkirkan kendaraan mereka di areal SPBU.

Mereka biasanya memakai mobil yang telah dimodifikasi atau memakai motor dengan kapasitas tanki besar yang bisa memuat BBM hingga 18 sampai 20 liter.

Yang lebih mencengangkan, para pemburu BBM bersubsidi ini juga telah hafal dan mengetahui jadwal rutin kedatangan BBM jenis premium itu ke SPBU.

Akibat ramainya para pemburu BBM premium di Luhak Nan Tuo, kini pemilik kendaraan dihadapkan pada dilema, ikut antri berjam-jam lamanya, atau memilih BBM jenis lain, Pertalite dan Pertamax. Tentu dengan harga yang sedikit tinggi.

Karena sulitnya mendapatkan BBM jenis Premium, pemilik kendaraan berasumsi mereka seolah olah dipaksa untuk “minum” premium dari para penjual ketengan.

“Kalau ingin dapat bensin, antrinya lama. Bisa 2 hingga 5 jam. Itu bensin belum datang. Kalau tidak ingin antri, itu ada Pertalite dan Pertamax,” ujar Mus salah seorang pemilik kendaraan.

Ia juga menyesalkan, BBM jenis Premium kebanyakan dibeli oleh para pedagang bensin eceran. Tak tanggung tanggung, para pedagang bensin enceran itu bahkan bisa membeli dengan 5 mobil sekaligus, plus sepeda motor dengan tangki yang telah dimodifikasi.

“Ada pedagang bensin yang punya 5 mobil sekali isi. Ada yang 2, Belum lagi motornya. Biasanya mobil mereka sewa, sekaligus sopirnya. Heran juga kita, untuk apa BBM buat mereka sebanyak itu,” ucapnya lagi.

Sebagai konsumen, ia meminta pihak terkait untuk lebih mengontrol dan menertibkan pedagang eceran yang membeli BBM jenis premium dengan skala besar. Selain menghindari penumpukan kendaraan di SPBU, hal ini juga sebagai media pemerataan untuk mendapatkan BBM bersubsidi itu.

“Kalau bisa ditertibkan lah. Ada 3 SPBU di Batusangkar, atur jam bukanya. Jangan satu SPBU ada bensin, SPBU lain kosong. Jadi pembeli BBM eceran itu bertumpuk di satu SPBU. Kalau bisa, ketiga SPBU itu sama-sama ada bensin. Kan kita juga bisa memilih ingin beli dimana, antri pun tidak lama,” tutupnya.(eym)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top