Pemilik Kendaraan Seolah Dipaksa “Minum” Premium Ketengan

Penulis -

Rabu, 15 Januari 2020 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Kelangkaan premium masih terjadi di Tanah Datar, dan bahkan mungkin di Sumatera Barat pada umumnya. Banyak pihak menuding, sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi tak lain karena banyaknya para pengecer yang ikut serta membeli BBM tersebut.

Bahkan, mobil tangki pengisi minyak belum tiba di SPBU dari depot Pertamina Bungus, para pengecer ini malah telah lebih dahulu antri dan memarkirkan kendaraan mereka di areal SPBU.

Mereka biasanya memakai mobil yang telah dimodifikasi atau memakai motor dengan kapasitas tanki besar yang bisa memuat BBM hingga 18 sampai 20 liter.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Yang lebih mencengangkan, para pemburu BBM bersubsidi ini juga telah hafal dan mengetahui jadwal rutin kedatangan BBM jenis premium itu ke SPBU.

Akibat ramainya para pemburu BBM premium di Luhak Nan Tuo, kini pemilik kendaraan dihadapkan pada dilema, ikut antri berjam-jam lamanya, atau memilih BBM jenis lain, Pertalite dan Pertamax. Tentu dengan harga yang sedikit tinggi.

Karena sulitnya mendapatkan BBM jenis Premium, pemilik kendaraan berasumsi mereka seolah olah dipaksa untuk “minum” premium dari para penjual ketengan.

“Kalau ingin dapat bensin, antrinya lama. Bisa 2 hingga 5 jam. Itu bensin belum datang. Kalau tidak ingin antri, itu ada Pertalite dan Pertamax,” ujar Mus salah seorang pemilik kendaraan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia juga menyesalkan, BBM jenis Premium kebanyakan dibeli oleh para pedagang bensin eceran. Tak tanggung tanggung, para pedagang bensin enceran itu bahkan bisa membeli dengan 5 mobil sekaligus, plus sepeda motor dengan tangki yang telah dimodifikasi.

“Ada pedagang bensin yang punya 5 mobil sekali isi. Ada yang 2, Belum lagi motornya. Biasanya mobil mereka sewa, sekaligus sopirnya. Heran juga kita, untuk apa BBM buat mereka sebanyak itu,” ucapnya lagi.

Sebagai konsumen, ia meminta pihak terkait untuk lebih mengontrol dan menertibkan pedagang eceran yang membeli BBM jenis premium dengan skala besar. Selain menghindari penumpukan kendaraan di SPBU, hal ini juga sebagai media pemerataan untuk mendapatkan BBM bersubsidi itu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kalau bisa ditertibkan lah. Ada 3 SPBU di Batusangkar, atur jam bukanya. Jangan satu SPBU ada bensin, SPBU lain kosong. Jadi pembeli BBM eceran itu bertumpuk di satu SPBU. Kalau bisa, ketiga SPBU itu sama-sama ada bensin. Kan kita juga bisa memilih ingin beli dimana, antri pun tidak lama,” tutupnya.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB