Pemerintah Bagun Huntap Untuk Korban Gempa Maluku

Penulis -

Senin, 28 Oktober 2019 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Prokabar —

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyediakan dana sebesar Rp91,4 miliar untuk membangun rumah hunian tetap (huntap) bagi korban gempa bumi Gane dan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Bupati Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara, H Bahrain Kasuba mengatakan, awalnya pemerintah berencana membangun Hunian Sementara (Huntara), tetapi, tim Darurat BNPB yang turun mengecek lokasi kemudian mengalihkan pembangunan untuk huntap.

Dia mengatakan, setelah dilakukan pengecekan di lokasi oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Pusat, Dodi Ruswandi, pada 19 Oktober lalu, pemerintah tidak lagi membangun huntara, tetapi membangun huntap.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Jadi bukan lagi pembangunan huntara, tetapi Pemkab Halsel akan langsung membangun huntap,” kata Bahrain Kasuba dilansir Senin (28/10).

Menurut dia, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp91.4 miliar kepada 2.908 Kepala Keluarga (KK) korban gempa untuk membangun rumah atau huntap baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Ia menjelaskan, anggaran itu bersumber dari BNPB, yang diperuntukkan untuk pembangunan rumah atau huntap, sesuai dengan data yang disampaikan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, yaitu 1.201 unit rusak berat, senilai Rp60,05 miliar, untuk rusak sedang sebanyak 953 senilai Rp23.825.000.000, sedangkan 754 unit rusak ringan senilai Rp7,54 miliar.

Pembangunan huntap itu tidak menggunakan pihak ke tiga, karena anggaran dari BNPB itu diserahkan langsung kepada korban gempa.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Proses pembangunan akan dikontrol dan dikelola oleh pemerintah daerah, sehingga target pembangunan huntap dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam pelaksanaan pembangunan Huntap akan dimulai pada akhir November atau awal Desember, setelah proses administrasi dan untuk masa transisi darurat bencana atau pemulihan yang berakhir pada 28 Oktober 2019, pemerintah daerah akan memperpanjang hingga 16 Februari tahun 2020. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB