Trending | News | Daerah | Covid-19

Internasional

Pemerintah Arab Saudi Apresiasi Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

Dibaca : 396

Makkah, Prokabar — Indonesia mendapatkan apresiasi pemerintah Arab Saudi terkait pelayanan kesehatan kepada jemaah haji 1439 H/2018. Apresiasi diberikan oleh Ketua Komite Kantor Urusan Haji Makkah Al-Mukarramah dr. Tal’at bin Abdul Aziz Mansyi, di Makkah.

“Sangat bangga atas apresiasinya. Ini hasil kerja tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI),” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo yang dikutip dalam keterangan di laman Kemenkes, Sabtu (1/9).

Untung juga menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan kerja sama yang erat dengan Kementerian Agama, Kedutaan Besar Indonesia di Riyad dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah yang membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.

Kabid Kesehatan dr. Melzan Dharmayuli di Makkah mengatakan sebelum memberikan apresiasi, tim dari Pemerintah Arab Saudi sudah berkali-kali meninjau ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, baik dari Kementerian Kesehatan maupun dari Kementerian Urusan Haji.

“Kita mengurus masalah izin ambulans, izin gedung, peralatan, limbah medis, juga kita tidak sembarangan membuka klinik. Kita diapresiasi karena sudah melakukan sesuai standar yang diharapkan,” tambah Melzan.

Ia menambahkan penilaian kesehatan mulai dilihat sejak dari bandara, di pondokan, di masjid, di bus sholawat. Petugas Indonesia di mana-mana dan melindungi jemaah haji.

Menurut Melzan, pihaknya tidak hanya menunggu jemaah sakit tetapi melakukan intervensi langsung. Pelayanan kesehatan haji mulai dari dokter di setiap kloter, kemudian di sektor ada Tim Gerak Cepat (TGC) ada juga Tim Promotif  Preventif (TPP) dan sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas di KKHI Makkah yang banyak dokter spesialisnya.

Kepala Seksi Kesehatan Makkah dr. M. Imran mengatakan, pemerintah Indonesia dinilai paling inovatif jauh di atas ekspektasi pemerintah Arab. “Seperti kita menyiapkan alat pelindung diri berupa kacamata, kipas, sandal, tidak hanya menyediakan dokter dan perawat saja,” kata Imran.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka menegaskan bahwa dengan penghargaan ini membuat Indonesia harus lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah. “Sudah seharusnya pemerintah lebih komit dalam penyelenggaraan kesehatan haji,” tegas Eka. (*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top