Pemerintah Akan Urus Jamaah Haji Sakit Hingga Tiba di Tanah Air

Penulis -

Senin, 2 September 2019 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mekkah, Prokabar — Pemerintah akan  mengurus seluruh keperluan jemaah yang sakit dan harus dirawat di Arab Saudi hingga tiba ke tanah air. Untuk itu, Pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir bilamana ada anggota keluarganya yang terpaksa harus dirawat  di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) saat berhaji.

Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali saat melepas jemaah kloter 15 embarkasi Batam (BTH 15), di Syisyah, Makkah. “Bahwa ada jemaah haji masih sakit di sini, dan tertinggal di sini akan dilayani dan diantar sampai tanah air. Ini bagian dari pelayanan kami,” tegas Nizar, dilansir dari MC Kemenag, Senin (2/8).

Baca Juga :  Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru

Pelayanan yang diberikan bagi jemaah sakit, termasuk di antaranya biaya perawatan medis, visitasi, hingga layanan antar pulang ke tanah air. “Tidak ada batas waktunya. Sebulan dirawat kita layani, dua bulan kita layani. Bahkan kasarnya setahun sakit pun akan terus kita dampingi,” ujar Nizar.

Selama masa operasional  haji, pendampingan bagi jemaah haji sakit dilakukan oleh PPIH Arab Saudi. “Setelah musim haji, bila masih ada jemaah sakit pendampingannya akan diestafetkan kepada konsul haji, KJRI bahkan KBRI,” ujar Nizar.

Baca Juga :  Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru

Kloter BTH 15 merupakan kelompok terakhir yang dipulangkan melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Sekaligus menjadi penanda berakhirnya fase pemulangan gelombang I jemaah haji Indonesia. Turut hadir dalam pelepasan,  Ketua PPIH Endang Jumali, pejabat eselon II pada Ditjen PHU, serta Kadaker Makkah Subhan Cholid.

Fase pemulangan jemaah haji gelombang I dari Makkah menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah menurut Subhan telah berlangsung sejak 17 – 31 Agustus 2019. “Total sebanyak 94.036 jemaah beserta petugas telah diberangkatkan oleh Daerah Kerja Makkah menuju Jeddah,” ujar Subhan.

Baca Juga :  Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru

Selanjutnya, pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Kota Makkah menuju Kota Madinah akan terus dilakukan. “Hingga pukul 19.00 WAS tadi, sebanyak 200 kloter telah kita berangkatkan menuju Madinah. Maka tersisa akan ada sekitar 100 kloter yang akan kita berangkatkan ke Kota Madinah,” jelas Subhan. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru
Rahmat Saleh Dorong Gerakan Makan Ikan Masuk Masjid dan Lembaga Pendidikan
Kolaborasi Inklusif Tab Space dan JNE Warnai Eksibisi Panasonic Art with Heart 2026
Sinergi JNE dan TIKI Sambut Idul Adha 1447 H: Tebar 30 Ekor Sapi Kurban hingga Hadirkan Beragam Promo Menarik
Dony Oskaria Sebut Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh
Kepala BP BUMN Kecam Keras Kriminalisasi Kakek Mujiran, Beri Teguran Keras ke PTPN
Ingin Menjadi Bos BUMN? Ini Kriteria Ketat yang Disebut Dony Oskaria
Lindungi Pegawai, BP BUMN dan Kemenaker Bentuk Lembaga Bipartit di Semua BUMN

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:29 WIB

Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rahmat Saleh Dorong Gerakan Makan Ikan Masuk Masjid dan Lembaga Pendidikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:43 WIB

Kolaborasi Inklusif Tab Space dan JNE Warnai Eksibisi Panasonic Art with Heart 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:36 WIB

Sinergi JNE dan TIKI Sambut Idul Adha 1447 H: Tebar 30 Ekor Sapi Kurban hingga Hadirkan Beragam Promo Menarik

Senin, 25 Mei 2026 - 19:00 WIB

Dony Oskaria Sebut Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh

Berita Terbaru