Pemeriksaan Imigrasi Jamaah Haji Lebih Cepat. Ini Sebabnya

Penulis -

Selasa, 17 Juli 2018 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Proses pemeriksaan imigrasi jamaah haji pada tahun ini lebih mudah dan cepat karena sebagian sudah dilaksanakan di Tanah Air.

Halnitu dikatakan Kepala Kementerian Agama wilayah Sumatera Barat Hendri, Selasa (17/7) di Padang.

“Pada tahun lalu proses pemeriksaan imigrasi jamaah haji saat tiba di Tanah Suci memakan waktu hingga lima jam, sekarang hanya sekitar dua jam,” katanya.

Ia menyampaikan untuk proses geometrik dan sidik jari dilakukan di Asrama Haji Tabing begitu jamaah masuk asrama.

“Ini menggembirakan, sebab jika dilakukan di Tanah Suci jamaah baru saja menempuh perjalanan selama sembilan jam, kemudian proses imigrasi makan waktu hingga lima jam, tentu kondisi jamaah menjadi amat lelah,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ia mengatakan saat tiba di Bandara kedatangan jamaah haji hanya menjalani proses stempel dan pemeriksaan sidik jari oleh imigrasi setempat.

Hendri berharap kemudahan tersebut dapat meningkatkan kualitas ibadah jamaah sehingga tidak terlalu lelah dan kondisi kesehatan tetap terjaga.

Total calon jamaah haji yang berangkat melalui embarkasi Padang pada 2018 berjumlah 6.367 terdiri atas 17 kelompok terbang.

Dari 6.367 orang tersebut sebanyak 4.646 orang berasal dari Sumbar dan 1.641 orang Bengkulu serta didampingi 80 petugas haji, kata dia.

Selain itu inovasi lain adalah adanya kartu elektronik untuk mencari tahu rekam jejak kesehatan jamaah yang cukup dipindai oleh petugas.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang Bidang Kesehatan Hannie Masyitah menyampaikan pada tahun ini pihaknya menggunakan aplikasi telepon pintar untuk mendeteksi kondisi kesehatan calon jamaah haji.

“Jika pada tahun lalu menggunakan kartu manual , sekarang cukup menggunakan gawai kemudian menscrening kartu kesehatan elektronik milik jamah dan akan terbaca rekam medisnya,” katanya.

Menurutnya penggunaan kartu tersebut jauh lebih efektif dan karena semua rekam medis dari awal sudah tersimpan.

Pada tahun lalu begitu jamaah tiba di Asrama Haji semuanya dilakukan pemeriksaan secara manual di poliklinik memakan waktu hingga tiga jam untuk satu kloter

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sekarang dengan aplikasi tersebut satu orang cukup makan waktu satu menit dan yang akan diperiksa khusus adalah wanita usia subur atau jamaah yang dicurigai menderita penyakit baru dirujuk ke poliklinik untuk pemeriksaan lebih lanjut, kata dia.

Selain itu pada tahun ini juga ada yang berbeda karena untuk bisa melunasi biaya calon haji harus melampirkan surat keterangan kesehatan dan baru bisa masuk asrama jika sudah mengikuti vaksin meningitis.

Jadi sejak awal dipastikan betul mencegah terjadinya kejadian jamaah sudah masuk asrama namun ternyata tidak bisa berangkat karena alasan kesehatan, kata dia. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB