Daerah

Pemda Pessel Mesti Buat Perda LGBT, Ini Kata MUI

Pessel, Prokabar – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menghawatirkan kelompok LGBT di Sumatera Barat khususnya di Negeri Berjuluk Sejuta Pesona.

Wakil Ketua MUI Pessel, Afrizal mengatakan, pemerintah daerah harus bersungguh-sungguh untuk mengungkap persoalan penyimpangan itu, jika perlu Pemda Pessel segera membuat Perdanya.

Menurutnya, MUI Kabupaten Pessel juga akan mensuport untuk membantu pemerintah dan pihak-pihak terkait, karena MUI bertanggung jawab juga untuk memberikan proses penyuluhan.

“Dalam jangka dekat ini, kami akan turun ke bawah (Turba) ke masyarakat dan sejumlah sekolah, untuk memberi tau bahwa prilaku menyimpang ini melanggar hukum agam,” ujarnya.

Menurutnya, LGBT ini ini bukan permasalahan yang sederhana, tetapi ini merupakan suatu kehancuran karakteristik generasi.

“Oleh karena itu adanya persoalan tersebut harus ada tindak lanjut kesepakatan dari keseluruhan instansi, pasalnya ini bukan persoalan lokal namun ini menjadi persoalan fenomenal,” ujarnya lagi.

“Kami akan segera memberikan penyuluhan, karena dalam rapat kami telah membicarakan persoalan ini,” ulasnya.

Dalam hal ini, Kepala Kesbangpol Pessel, Rinaldi mengatakan, pihaknya sudah membicarakan soal kasus LGBT ini dengan pihak-pihak terkait di lingkungan Pemda.

“Kami akan secepatnya turun kebawah untuk mencari dimana titik kumpul LGBT ini, hanya saja menunggu pihak Satpol-PP pulang dari luar daerah,” ujarnya.

Kasat Pol-PP sekarang sedang diluar daerah, rapat dengan seluruh kabupaten membicarakan LGBT ini.

Saat ditanya, apakah Pemda sudah membuat Perda, ia menjawab belum ada sama sekali, kalau lebih lanjutnya coba tanya ke Satpol-PP, tutupnya.(min)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top