Lubuk Basung, Prokabar – Pemerintahan Kebupaten Agam terus memantau dan mengawal kondisi kebutuhan pokok di pusat perbelanjaan.
Selain memastikan ketersediaan kebutuhan pokok mencukupi, juga memastikan tidak ada lonjakan harga yang signifikan oleh pedagang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam (DKPP), Rosva Deswira mengatakan, berdasarkan pantauan dan koordinasi dengan jajarannya, kondisi ketersediaan kebutuhan pokok masih terkendali dan aman. seperti beras, cabe, daging, dan telur.
Namun pada pangan berupa minyak goreng dan gula, masih defisit karena tergantung pada ketersediaan pada Bulog
“Kebutuhan beras menjelang dan memasuki ramadan di kabupaten Agam mencapai 2.232 ton dari total kebutuhan sejak bulan maret 2023 sebanyak 4.912 ton. Sedangkan ketersediaan beras saat ini mencapai 15.634 ton. Angka-angka itu menunjukan suprlus beras dan sangat mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Kebutuhan bawang merah pada Maret dan April 2023 ini mencapai 253 ton. Sedangkan ketersediaannya mencapai 606 ton. Kebutuhan cabe merah diperkirakan mencapai 390 ton, dengan ketersediaan 2.943 ton. Kebutuhan suprlus termasuk pada telur, daging sapi dan daging ayam ras.
Sementara itu, Riza Oktafiandi, Kepala Bidang Perdagangan, Diskoperindak Kabupaten Agam membenarkan kondisi tersebut. Ketersediaan kebutuhan pokok yang surplus, membuat harga stabil dan terkendali.
“Untuk harga beras saat ini, senilai empat belas ribu rupiah perkilo, gula pasir curah enam belas ribu rupiah perkilo. Daging ayam broiler senilai dua puluh enam ribu perkilo, daging ayam kampung empat puluh lima ribu rupiah perkilo. Cabe merah keriting tiga puluh empat ribu rupiah perkilo,” tutupnya. (rud)
















