Pembunuhan Anak SD di Pasaman, Polisi Mulai Temukan Titik Terang

Penulis -

Sabtu, 18 Mei 2019 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kasus pembunuhan yang dialami korban Rahmat Sah (10), anak SD yang masih duduk di bangku kelas IV di Pasaman, mulai tampak titik terangnga.

Kabar beredar, nama terduga pelaku sudah dikantongi Polres Pasaman. Parahnya, masih dalam status keluarga dengan korban.
“Namun, ini masih butuh untuk kepastiannya. Sebab, pihak kepolisian, tidak ingin gegabah dalam menangani kasus yang sangat tidak berperikemanusiaan ini. Untuk sementara kami sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi, mengarahnya kepada siapanya lihat saja nanti,” kata Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin, Sabtu (18/5).

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Di sisi lain pantauan Prokabar.com, di hari yang sama saat jenazah korban ditemukan, Kamis (16/5) siang, kejadian mencurigakan dilakukan oleh mamak korban. Dimana sang mamak terpaksa dilarikan ke RSUD Lubuk Sikaping, karena menegak racun, untuk tindakan mencoba bunuh diri. Hingga akhirnya dirawat dan dirujuk ke Padang.

“Apakah tindakan si mamak ini ada kaitannya dengan korban, lihat saja nanti. Informasi di masyarakat bisa saja beredar mamak ini pelakunya, namun kami pihak kepolisian, kalau belum 100 persen dapat alat bukti dan keterangan saksi belum bisa kami katakan siapa pelakunya. Ditambah, si mamak ini masih dirawat,” kata Kapolres.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Kapolres Hasanuddin meminta, masyarakat tidak menduga atau mengait-ngaitkan kejadian pembunuhan Rahmat dengan kejadian minum racun oleh mamak korban ini, sebelum ada informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Di siai lain, sebelumnya Rahmat dilaporkan hilang saat pergi memberi makan ikan di kolam keluarganya Rabu (16/5) sore. Keesokan harinya, korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang tidak wajar. Terdapat luka serius di tubuh korban. Hasil identifikasi di RS Bhayangkara Polda Sumbar, korban dibunuh.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Malam saat dilaporkan hilang, atau sebelum ditemukan meninggal dunia, ada telpon yang diterima orang tua korban dari orang tak dikenal yang meminta tebusan Rp250 juta. Korban diculik, seperti itu. Keesokan harinya, korban ditemukan meninggal. Kini, jenazah korban sudah dimakamkan keluarga usai identifikasi di Padang,” tutup Kapolres Hasanuddin. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB