Pembibitan Ikan Tetap Menggeliat Di Masa Pandemi Covid-19 di Agam

Penulis -

Minggu, 20 September 2020 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Pembudidaya ikan terutama pembibit ikan Nila, salah satu sektor rantai pemenuhan kebutuhan pangan di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Dimasa pandemi ini makin menjadi andalan bagi masyarakat dan tetap eksis menjadi ladang perekonomian Utara di selingkar Danau Maninjau.

Usaha pembibitan bergantung sangat dengan petani keramba danau maninjau. Sebaliknya, petani keramba sangat bergantung dengan pembibitan ikan nila.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Unit usaha ini terus mendroping kebutuhan petani Keramba Jaring Apung (KJA) karena saling berkaitan dan membutuhkan. Ratusan ton bibit ikan dari puluhan pembibit ikan setiap hari panen dan didrop ke KJA. Jika usaha KJA bermasalah, secara tidak langsung usaha pembibitan ikan nila ini juga akan tersendat atau macet.

“Saat awal PSBB dulu, akses mobilitas sempat terganggu. Akibatnya, mobil pendistribusian ikan ke Bukittinggi, Pekanbaru dan Padang ditutup dan usaha budidaya ikan ini menjadi macet,” ungkap Fuadi, salah seorang pengusaha pembibit ikan nila di Nagari Sungai Batang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Rata-rata hasil produksi ikan nila ini selain dalam Provinsi Sumatra Barat, juga sampai ke Riau, Jambi hingga Sumatra Utara. Puluhan bahkan ratusan ton setiap bulannya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Untuk saat ini, harga bibit ikan satu ekor dijual seharga seratus rupiah ke petani KJA. Rata-rata kebutuhan sekali panen, mencapai 10 ribu hingga 50 ribu ekor bibit ikan. Artinya, satu bulan itu bisa perputaran keuangan dengan modal 8 juta hingga 10 juta rupiah. Sementara bersih laba biasanya mencapai 4 juta rupiah,” terangnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB