Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pembibitan Ikan Tetap Menggeliat Di Masa Pandemi Covid-19 di Agam

Dibaca : 116

Agam, Prokabar — Pembudidaya ikan terutama pembibit ikan Nila, salah satu sektor rantai pemenuhan kebutuhan pangan di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Dimasa pandemi ini makin menjadi andalan bagi masyarakat dan tetap eksis menjadi ladang perekonomian Utara di selingkar Danau Maninjau.

Usaha pembibitan bergantung sangat dengan petani keramba danau maninjau. Sebaliknya, petani keramba sangat bergantung dengan pembibitan ikan nila.

Unit usaha ini terus mendroping kebutuhan petani Keramba Jaring Apung (KJA) karena saling berkaitan dan membutuhkan. Ratusan ton bibit ikan dari puluhan pembibit ikan setiap hari panen dan didrop ke KJA. Jika usaha KJA bermasalah, secara tidak langsung usaha pembibitan ikan nila ini juga akan tersendat atau macet.

“Saat awal PSBB dulu, akses mobilitas sempat terganggu. Akibatnya, mobil pendistribusian ikan ke Bukittinggi, Pekanbaru dan Padang ditutup dan usaha budidaya ikan ini menjadi macet,” ungkap Fuadi, salah seorang pengusaha pembibit ikan nila di Nagari Sungai Batang.

Rata-rata hasil produksi ikan nila ini selain dalam Provinsi Sumatra Barat, juga sampai ke Riau, Jambi hingga Sumatra Utara. Puluhan bahkan ratusan ton setiap bulannya.

“Untuk saat ini, harga bibit ikan satu ekor dijual seharga seratus rupiah ke petani KJA. Rata-rata kebutuhan sekali panen, mencapai 10 ribu hingga 50 ribu ekor bibit ikan. Artinya, satu bulan itu bisa perputaran keuangan dengan modal 8 juta hingga 10 juta rupiah. Sementara bersih laba biasanya mencapai 4 juta rupiah,” terangnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top