Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pembelajaran Tatap Muka di Tanah Datar Segera Dimulai. Jadwal Sekolah Menyesuaikan

Dibaca : 2.2K

Tanah Datar, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, melalui Dinas Pendidikan, Kemenag dan OPD terkait menyatakan sepakat untuk memulai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) Keputusan ini dikeluarkan setelah dilakukannya rapat kordinasi bersama Forkopimda dan dilanjutkan dengan rapat terbatas bersama OPD terkait dan Kemenag, di Kantor Dinas Pendidikan setempat, selasa (5/1).

“Pada prinsipnya anggota rapat setuju melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), ” tulis Riswandi, Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar.

Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, lanjut Riswandi, maka sebelum dimulainya PTM maka terlebih dahulu akan dilakukan swab tes terhadap seluruh guru. Untuk tahap awal, pengambilan sampel swab tersebut dilakukan terhadap guru disatuan pendidikan setingkat SMA dan SMK.

“Mulai besok dilaksanakan swap untuk guru dan pegawai SMA dan SMK. Itu ada sekitar 1600 orang. Kita menargetkan untuk SMA dan SMK selesai dalam 3 hari. Hitungan ini kita ambil dimana 1 puskesmas dalam satu hari maksimal bisa mengambil sampel 50 orang. Puskesmas kita ada 14. Untuk jumlah guru dan pegawai kita di Tanah Datar itu ada lebih kurang 8000 orang,” ujarnya.

Lebih rinci ia menjelaskan, jadwal PTM tidak dilakukan secara serentak, melainkan dengan menyesuaikan. Maksudnya, bagi satuan pendidikan yang tenaga pendidiknya telah mendapatkan hasil negatif dari Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, maka sekolah tersebut dapat memulai PTM.

“Bagi sekolah yg telah selesai swap dan hasilnya telah keluar, maka telah bisa memulai PTM tanggal 11-1-2021. Begitu juga nantinya dengan SMP dan MTS hingga SD, yang sudah tuntas seluruh guru dan pegawainya diswab dan hasilnya telah keluar juga dapat memulai PTM,” lanjutnya.

Sementara, menanggapi porses PTM peserta didik di sekolah, Riswandi menerangkan jika akan tetap menggunakan sistem shifting (bergeser). Pihaknya juga akan membatasi TPM paling lama 4 sampai 5 jam sehari dengan satu jam pelajaran dikurangi 10 menit dari waktu normal.

“Ya shifting dan waktu belajar juga dibatasi paling lama 4 sampai 5 jam pelajaran sehari dengn waktu 1 jam pelajaran juga dikurangi 10 menit dari kondisi normal,” tambahnya.

Sebelumnya, pada rapat awal persiapan PBM bersama Forkopimda disampaikan PTM akan dilansungkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pihak terkait juga akan melakukan pengawasan terhadap peserta didik. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top