Pembangunan Jalan tak Beres, Pemkab Pessel Bakal Proses Walnag Taratak

Penulis -

Selasa, 10 Maret 2020 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Inspekporat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, bakal memproses Wali Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, terkait dugaan penyelewengan pembangunan Jalan Pinang Baliriak dianggap tidak beras.

Kepala Inspektorat Pessel, Ahda Yanuar kepada wartawan mengatakan, pihanya melakukan koordinasi untuk menyikapi kasus tersebut, setidaknya mengumpulkan data untuk memprosesnya sesuai perundang-undangan.

“Kami lagi koordinasi untuk menyikapi terkait persoalan kasus ini,” ujarnya.

Kepada masyarakat di Kenagarian Taratak agar bersabar. Ia mengaku bakal memproses sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan. “Sebaiknya tunggu saja, karena masih dalam proses,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Jalan Pinang Baririk di Nagari Taratak dinilai tidak sesuai spesifikasi. Hal itu terungkap dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pembangunan jalan nagari senilai Rp464 juta itu tidak sesuai ketentuan. Pelaksanaan kegiatan diduga tidak direalisasikan seluruhnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Diantaranya, terjadi kebocoran anggaran sekitar Rp181 juta. Adapun item kegiatan yang tidak tampak terlaksana adalah penimbunan sirtu dengan nilai Rp105 juta.

Lalu, untuk pemasangan batu kali jembatan, Rp32 juta. Plesteran jembatan Rp1,2 juta dan perkerasan rabat beton dengan nilai Rp42 juta.

“Karena kami menganggap banyak yang tidak dilaksanakan,” kata salah seorang warga Nagari Taratak yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Sutera, Jumaidi membenarkan adanya beberapa item kegiatan yang tidak terlaksana dari kegiatan pembangunan Jalan Pinang Baririk itu.

“Sampai kini, pembangunan fisik di Nagari Taratak dinilai belum selesai dan, kami sudah melakukan langkah dan upaya tegura, “ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

PDTI, katanya sudah melakukan pendampingan sesuai perundang-undangan. Namun, saat ditegur wali nagari setempat tidak menggubris.

“Peringatan dan teguran kami tidak digubris, mau bagaimana lagi, kewenangan kami selaku pendamping batasannya hanya sampai disitu, “terangnya.

Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Jamalus Yatim mendesak inspektorat memanggil dan memeriksa wali nagari di daerah setempat yang terindikasi bermasalah terkait pengelolaan dana nagari.

Menurutnya, penggunaan di tiap nagari mesti harus tepat sasaran, sesuai ketentuan dan perundang-undangan. Apalagi, selama ini banyak pengaduan terkait persoalan alokasi dana dari APBN itu.

“Kalau itu laporan masyarakat, inspektorat harus memanggil wali nagari yang bermasalah ini. Karena, uang negara harus jelas pengunaan dan aturannya, “ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ia menjelaskan, munculnya berbagai persoalan terhadap dana nagari di sejumlah nagari, dinilai karena lemahnya pengawasan. Padahal, Pessel merupakan penerima dana desa terbesar dari 19 kabupaten/kota di Sumbar.

Berdasarkan data DPMNP2KB Pesisir Selatan, tahun ini Pessel kembali mendapatkan dana desa Rp179 miliar. Angka itu naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 166 miliar.

“Ini sangat kita sayangkan. Inspektorat harus jeli terhadap persoalan-persoalan anggaran di nagari, ingatnya.

Terkait persoalan adanya indikasi penyelewengan, pihaknya bakal memanggil inspektorat untuk mengaudit seluruh keuangan nagari yang diduga bermasalah.

“Nanti akan kami undang inspekporat untuk hearing. Karena saat ini, sudah ada laporan dari masyarakat, “tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB