Padang, Prokabar.com – Pembangunan jalan karang gantiang yang menghubungkan simpang tiga Lubuk Lintah ke simpang tiga ampang memasuki perencanaan di tahun 2022 ini.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Padang Syafrial Kani dalam dengar pendapat bersama warga kelurahan Lubuk Lintah dan kelurahan Ampang di Masjid Al Jadid kamis (03/03) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Kota Padang ini menjelaskan, bahwa inisiatif mengajukan Detail Engineering Design atau DED (perencanaan) jalan pada tahun ini, murni karena jalan ini adalah jalan alternatif yang kerap dilewati kendaraan sejak lama.
Namun puluhan tahun berlalu, belum ada perkembangan atau peningkatan status jalan, baik pengaspalan atau pun pelebarannya.
Jalan ampang-lubuk lintah yang dikenal dengan jalan karang gantiang ini, juga menjadi salah satu jalan yang paling buruk dari segi status jalannya.
Tidak hanya berlubang, namun sebagian besar jalan terdapat ruas bekas galian pdam atau pun PLN yang membuat jalan tidak mulus.
“Ini yang menjadi alasan saya mengalokasikan pokok-pokok pikiran saya sebesar 100 juta rupiah untuk DED atau perencanaan pembangunan jalan di tahun 2022 ini,” sebut politisi 54 tahun tersebut.
Antusias masyarakat baik di kelurahan Lubuk Lintah atau pun kelurahan Ampang sangat tinggi, dalam mendukung pembangunan jalan. Sebagian warga berharap ada pelebaran minimal satu meter di kanan dan kiri jalan.
Sementara sebagian lainnya juga berharap, pembangunan jalan juga diiringi dengan pembangunan drainase di tengah jalan, sebagaimana yang dilakukan di provinsi Yogyakarta
“Kami berharap tidak hanya diaspal ulang, namun juga diperlebar minimal satu meter ke kanan-kiri jalan. Sehingga nantinya mobil bisa berselisih,” sebut seorang ibu rumah tangga yang enggan disebut namanya.
“Kami berharap yang terpenting jalan karang gantiang ini bisa dibangun, serta dibuatkan drainasenya membelah jalan, sebagaimana juga pernah dilakukan di Yogyakarta. Jika memang memungkinkan tentu diperlebar ke kanan dan kekiri jalan. Namun jika tidak memungkinkan, yang penting diaspal juga lah jadinya. Data kami tak kurang 116 lubang jalan di jalan karang gantiang ini,” timpal buya Fahmi, ketua RW 8 kelurahan Ampang.
Dukungan terhadap pembangunan jalan juga disampaikan oleh Lurah Lubuk Lintah Yudi Asril, lurah 42 tahun yang juga putra asli karang gantiang ini menyebut, sejak dirinya SMP nyaris tidak ada perubahan pada jalan ini, yang artinya tak kurang 30 tahun silam.
Untuk mewujudkan pembangunan jalan yang juga disertai dengan pelebaran jalan, salah satu ketua RT Yulisman meyakini tak begitu banyak rumah yang pagarnya kena pelebaran jalan.
“Saya rasa hanya 19 rumah yang akan terkena pagarnya jika jalan ini diperlebar,” sebut ketua RT yang juga teman sekelas Syafrial Kani di masa putih biru.
Ketua Masjid Al Jadid Suherman menyampaikan, kegiatan dengar pendapat antara Ketua DPRD Padang ini cukup mendadak dihelat, karena baru direncanakan pada pagi hari, sehari sebelumnya.
“Namun begitu, tingginya harapan warga akan pembangunan jalan karang gantiang, membuat hampir seluruh warga yang diundang datang ke masjid malam ini. Tak kurang seratus orang hadir malam ini,” sebut ketua Masjid berusia 58 tahun ini.
Jalan ampang karang gantiang memiliki panjang kurang lebih dua kilometer yang menghubungkan kelurahan Lubuk Lintah dan Kelurahan Ampang. Jalan ini memudahkan warga Lubuk Lintah dan Ampang menuju ke Kecamatan Padang Utara.
Selain itu, juga menjadi akses pendidikan, mengingat di kelurahan Lubuk Lintah terdapat dua SMK Negeri. Yakni SMK Negeri 1 Padang dan SMK Negeri 1 Sumbar. Sebagian warga yang ingin berangkat atau pulang kerja, kerap melewati jalan ini, demi menghindarkan kemacetan di Kampung Kalawi yang cukup terkenal kemacetannya di pagi dan sore hari.(adh)
















