Pelajaran Budaya Mentawai Belum Maksimal, Ini Sebabnya

Penulis -

Kamis, 12 Desember 2019 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentawai, Prokabar — Meski telah masuk pada kurikulum pelajaran muatan lokal, ternyata penerapan pelajaran Budaya Mentawai (Bumen) masih belum maksimal.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, Lauren Saruruk mengatakan, tidak maksimalnya penerapan mata pelajaran Budaya Mentawai itu salah satunya disebabkan masih kurangnya guru untuk mengajar budaya Mentawai, selain juga masih terbatasnya bahan ajar.

“Sebenarnya budaya Mentawai itu seperti ekskul, dengan dasar pengajaran SK Pemkab Mentawai, diberikan prioritas dalam hal pembelajaran di semua tingkat sekolah yang ada di wilayah Mentawai. Tapi kendalanya  masih kesulitan mencari bahan ajar, dan juga  kesulitan mencari guru  yang benar-benar  memahami budaya Mentawai,” kata Lauren, dilansir dari MC Mentawai, Kamis (12/12).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Lauren mengatakan, pelajaran muatan lokal budaya Mentawai sampai saat ini masih diajarkan kepada siswa-siswi  dari kelas IV sampai kelas VI SD khususnya di beberapa sekolah di Pulau Siberut. “Meski tidak semua SD di Mentawai, tapi pelajaran Budaya Mentawai ini masih tetap diajarkan di Pulau Siberut, seperti di Munthe, Matotonan dan beberapa sekolah lainnya,” ujar Lauren.

Lauren menyebutkan, ke depan pihaknya akan mengusulkan adanya rekrutmen khusus untuk guru pengajar budaya Mentawai, sedangkan untuk bahan ajar budaya Mentawai tingkat SMP sampai saat ini masih dalam proses menyangkut penyampaian materi yang memuat konten budaya asli Mentawai.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Untuk memaksimalkan peningkatan pendidikan budaya Mentawai kepada siswa-siswi, menurut Lauren, harus ada dukungan dana dalam arti anggaran guna memvalidasi data di lapangan, apalagi mengingat  kondisi geografis Mentawai menjadi suatu kendala dalam melakukan pengumpulan data, misalnya mengenai jumlah peratan tradisional Mentawai dalam sebuah uma.

Menurut dia, ada 11 kebudayaan yang ada di Mentawai, sesuai dengan Undang-Undang No. 5 tahun 2017, salah satunya kesenian. “Dari 11 itu salah satunya kesenian. Kesenian itupun belum diuraikan. Bagaimana menguraikannya, tentu dalam konteks kajian, harus crosscheckke lapangan, misalnya lagu atau urai Sikerei sekian, bagaimana pembelajarannya, termasuk pakaian adat yang kemarin dilakukan lokakarya,” kata Lauren.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pendidikan Budaya Mentawai yang diberikan oleh guru kata Lauren, merupakan pengenalan nama-nama alat tradisional Mentawai, seperti nama keranjang, luat atau kabit (cawat). Selain pengenalan nama-nama alat tradisional juga siswa-siswa langsung melihat bentuk atau mempraktikkan langsung cara pembuatannya.  (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB