Maninjau, Prokabar — Sebanyak 102 orang murid SMPN 1 Tanjung Raya memgikuti Program Pembelajaran Bahaya Laten Narkoba dari Polres Agam. Kerjasama tersebut telah berlangsung lima kali pertemuan.
Program tersebut disambut baik pihak sekolah, terutama pelajar yang mengikuti pelajaran. Pasalnya, pelajaran tersebut sangat bermanfaat langsung pada kehidupan sehari-harinya. Dampak buruk dan bahaya narkoba, sudah merebak ke seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, pencegahan dengan pbelajaran ke sekolah sangat penting dilakukan.
Cindia Ayu Welda, salah seorang pelajar yang mengikuti pelajaran mengatakan materi tersebut sangat bagus, bermanfaat dan penting dipahami. Karena dengan pembelajaran langsung pakarnya, dapat tahu dan paham tentang bahaya narkoba. Mengetahui dampak buruk dari sisi kesehatan dan sangsi hukum penyalahgunaan narkoba.
“Kami pelajar ini sangat butuh pelajaran ini karena dapat paham pentingnya bahaya narkoba. Sehingga tidak sekali-kali mendekati apalagi mencobanya. Dengan pemahaman ini, kami juga bisa mensosialisasikan kepada rekan-rekan lainnya,” ujar Cindi.
Sementara itu, Rahma Anelia menuturkan pelajaran tersebut sangat senang dipelajari karena telah mendapat memahami bahaya laten narkoba. “Narkoba tidak hanya menyengsarakan dan memperbodoh kita. Juga dapat menyebapkan kematian dan cacat seumur hidup. Penjara juga ancaman fatal bagi kita sebagai generasi muda. Dan pemahaman ini didapat dari pelajaran diberikan Bapak Polisi tersebut,” terangnya.
Iptu Akhiruddin selaku pemateri, sekaligus mewakili Polres Agam, sangat senang atas perhatian serius dari pelajar dan pihak sekolah. Bersedia memberikan kesempatan dalam pembelajaran bahaya laten narkoba ke SMPN 1 Tanjung Raya.
“Bahaya narkoba memang sudah semestinya menjadi perhatian semua pihak, terutama di dunia pendidikan. Karena sasaran utama mereka adalah pelajar atau generasi penerus. Di Tanjung Raya sendiri salah satu target peredaran utama narkoba oleh pengedar di Kabupaten Agam. Sosialisasi dan pembelajaran ke sekolah, salah satu langkah pencegahan terbaik. Pihak kepolisian pun secara langsung dapat mengawasi pelaku penyalahgunaan narkoba di sekolah tersebut,” jelasnya.
Iptu Akhiruddin berharap pelajaran tersebut terus berlanjut. Sehingga upaya pencegahan secara aktif berjalan dengan baik. Melalui pembelajaran itu, pelajar juga dapat menjadi pelopor pencegah bahaya narkoba di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. (rud)
















