Daerah

Pelajar Harapkan Penelitian LIPI Di Sungai Batang Dilanjutkan

Agam, Prokabar — Pusat Penelitian Limnologi LIPI Pusat di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat sempat menjadi magnet kunjungan pelajar, sejumlah peneliti serta masyarakat. Program dari Kementerian Lingkungan Hidup di Danau Maninjau tersebut rencananya berlangsung 2018 hingga 2019. Namun sayang, program tersebut terhenti di awal Januari 2019.

Berdasarkan hasil kunjungan Prokabar.com ke lokasi, tidak ada lagi petugas yang rutin dan melakukan penelitian lebih lanjut. Yang tersisa hanya sisa kolam dan sejumlah teknologi yang sepertinya tidak lagi termanfaatkan. 

Tidak lama kemudian, dua orang gadis remaja kebetulan datang dan menikmati suasana lokasi. Selain indah, mereka juga bisa mempelajari ilmu pengetahuan yang sempat dilakukan LIPI tersebut.

Nandia, pelajar MAN 1 Agam tersebut mengatakan sudah berulangkali ke sana, untuk menikmati pemandangan dan penataan lokasi yang berlangsung sangat indah. Selain bisa rekreasi, ia juga dapat belajar lebih banyak terkait perlindungan lingkungan hidup, terutama untuk Danau Maninjau.

“Saya merasakan suasana alam nan sejuk dan indah. Kami bersama teman-teman beserta masyarkat di sini, juga mendapatkan banyak ilmu pengetahuan. Selain memberikan edukasi wisata, juga mampu menanggulangi pencemaran Danau Maninjau yang sempat rusak parah,” tuturnya.

Mita, rekan Nadia menambahkan kunjung pertama kali itu menjadi Pengalaman sangat berharga baginya. Meski hanya bisa melihat dan merasakan suasana indah dan sejuk. “Saya sangat senang berada di sini. Selain indah dengan pantai yang bersih, di sini Saya juga dapat melihat langsung sejumlah teknologi pengendalian lingkungan yang sangat bermanfaat. Meski terlihat sederhana, namun sudah menunjukan hasil dan dampak yang sangat signifikan. Ikan Rinuak sudah kembali banyak dan dapak kita makan lagi,” terang Mita.

Kami berharap lanjutnya, Pusat Penelitian Limnologi LIPI ini dapat kembali berlanjut. “Bahkan bisa menjadi wisata edukasi nasional bila perlu,” harapnya.

Para peneliti yang dihadirkan langsung dari Pusat LIPI di Bogor. Harusnya pemerintah daerah memanfaatkan mereka untuk mengedukasi masyarakat. Jauh-jauh ke sini, tapi ilmu pengetahuan yang dimiliki peneliti itu tidak seutuhnya diserap dengan baik. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top