Pelabuhan Muara Anai Padang Belum Dimanfaatkan, Ini Sebabnya

Penulis -

Jumat, 27 Juli 2018 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Meskipun sudah selesai dibangun, namun Pelabuhan Muaro Anai di Kelurahan Padang Sarai, Padang, hingga saat ini belum juga bisa dimanfaatkan.

Hal itu akibat teejadinya pendangkalan mulut muara sehingga kapal tidak bisa masuk untuk bersandar dan membongkar muatan.

“Infrastruktur sudah selesai dibangun, tetapi tidak bisa digunakan karena pendangkalan di mulut muara karena penumpukan pasir. Kapal tidak bisa masuk,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri, Jumat (27/7) di Padang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia mengatakan itu terkait pemusatan sandar kapal ikan nelayan pada satu pelabuhan agar mudah dalam hal pengawasan.

Pasir yang menyebabkan pendangkalan di muara sungai yang menjadi pintu masuk ke pelabuhan itu sudah pernah disedot saat kewenangannya masih di Kota Padang.

Namun dalam waktu singkat kembali terjadi pendangkalan sehingga pelabuhan masih tidak bisa difungsikan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Sekarang kewenangan pelabuhan ada di provinsi, kita berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk penyedotan dan pemasangan batu grib penahan pasir,” kata Yosmeri.

Namun batu grib itu tidak bisa hanya di sekitar pelabuhan, harus diteruskan hingga pantai sekitar Bandara Internasional Minangkabau (BIM) agar tidak terjadi abrasi yang membahayakan bandara.

Pelabuhan yang terletak antara Padang dan Padangpariaman itu diproyeksikan sebagai pelabuhan perikanan, untuk menampung kapal nelayan yang saat ini sandar di Pelabuhan Muaro Padang.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Infrastruktur pendukung sebagai pelabuhan perikanan sudah cukup memadai seperti dermaga, penyimpanan es, tempat pendingin ikan, tempat pelelangan, tempat penjualan bahan bakar minyak untuk nelayan dan alat kelengkapan lainnya.

Setelah penyedotan dilakukan, pelabuhan itu bisa segera difungsikan.

Sementara itu Pelabuhan Muaro diserahkan pengelolaannya pada Pelindo II dan diproyeksikan untuk sandar kapal wisata. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB