Pedagang Eceran Keluhkan Mekanisme Operasi Pasar Bawang Putih di Pasar Raya Padang

Penulis -

Jumat, 10 Mei 2019 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Sejumlah pedagang eceran di Padang mengeluhkan mekanisme operasi pasar bawang putih yang digelar Kementerian Pertanian di Pasar Raya Padang.

Kuluhan itu akibat adanya pembatasan pembelian minimal satu karung yang berisi 20 kilogram.

“Kalau pedagang kecil seperti saya tidak sanggup beli satu karung. Kalau bisa dibolehkan membeli 10 kilogram saja,” kata seorang pedagang Ermayeni di Padang, Jumat.

Ermayeni menyampaikan keluhan tersebut saat sedang berlangsung operasi pasar bawang putih yang digelar Kementerian Pertanian, yang dihadiri Gubenur Sumbar Irwan Prayitno dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi.

Menyikapi keluhan tersebut,Gubenur Sumbar Irwan Prayitno langsung memanggil agen bawang putih yang ada di Pasar Raya Padang dan meminta kesediaan untuk menjual bawang putih sesuai harga operasi pasar kepada pedagang kecil.

Akhirnya salah seorang agen bawang putih di Pasar Raya Padang Nasrul berjanji akan menjual bawang putih kepada pedagang eceran pada harga yang tidak jauh beda dengan operasi pasar.

Gubernur menyebutkan dalam operasi pasar yang digelar telah didatangkan bawang putih sebanyak 30 ton untuk kota Padang. Bawang putih tersebut dijual kepada agen dan distributor Rp25.700 per kilogram dan sampai di konsumen maksimal Rp35 ribu per kilogram, kata dia.

Irwan meminta kepada agen dan distributor di Pasar Raya Padang tidak menjual di atas Rp35 ribu per kilogram kepada konsumen.

Gubernur juga menyampaikan sebenarnya Sumbar merupakan salah satu daerah penghasil bawang putih dengan produksi mencapai 6.000 ton per tahun dengan kebutuhan hanya 5.500 ton per tahun.

Dengan demikian, lanjutnya, maka seharusnya Sumbar tidak kekurangan komoditas bawang putih.

Namun, ujar dia, karena banyak bawang putih yang dijual keluar provinsi tersebut sehingga pada kondisi tertentu stoknya menjadi kurang.

Ia juga mengatakan bahwa selama ini kebiasaan orang Minang dalam memasak dengan menggunakan bawang putih yang besar, sementara bawang putih yang ditanam di daerah ini berukuran kecil.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB