Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

PDAM Pasaman Buat Warga Berkecamuk, Ini Sebabnya

Dibaca : 720

Pasaman, Prokabar — Subuh buta, PDAM Pasaman membuat warga Pasaman berkecamuk. Ini sudah sepekan lebih PDAM berulah, membuat warga mengungkapkan kekesalannya di status WA, facebook hingga laman instagram.

Semua ungkapan ini beragam. Pada initinya menyayangkan sikap pelayanan PDAM.

“Sebulan ini, air kuning, acap pula mati. Sudahtu, kalau lah hidup, besar pula air hujan dari pada air yang keluar. Berkecamuk batin saya,” kata Riki, salah seorang warga Nagari Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping, Senin (13/4).

Hal serupa juga dirasakan Endi, warga Kecamatan Lubuk Sikaping juga. Parahnya, Endi pernah mendapati cacing pita dalam bak penampungan airnya.

“Tegak bulu roma saya, pas gosok gigi, kumur-kumur, taunya ada cacing di dalam gayung,” kata Endi.

Tidak saja itu, perihal pelayanan PDAM di Pasaman masih dirudung perjuangan bagi palangganya. Ada pula warga yang memakai mesin pompa air, untuk menarik air PDAM agar mengalir ke dalam rumahnya. Ini terjadi di tengah Kota Lubuk Sikaping.

Menanggapi hal ini, Dirut PDAM Pasaman, Ahmad Subur mengakui perihal yang terjadi di lapangan. Pasalnya, air keruh dikarenakan tingginya intensitas hujan di Pasaman. Bahkan ada juga yang longsor di pangkal sumber.

“Sementara, suasana covid-19 membuat gerak PDAM terbatas. Kami tidak boleh mematikan air, sementara saluran IPA bakal diperbaiki. Jadi ini membuat palayanan untuk sementara waktu terganggu. Kami mohon maaf,” tukas Ahmad Subur. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top