Daerah

PBM Tatap Muka Ditutup, Agam masuk Zona Orange

Dibaca : 266

Agam, Prokabar – Berdasarkan hasil rapat evaluasi Satuan Gugus Tugas bersama Forkopimpda Kabupaten Agam, semua aktifitas yang menghimpun keramaian dan tatap muka kembali dibatasi. Kebijakan itu kembali berdampak kepada Proses Belajar Mengajar (PBM) Tatap Muka di Seluruh Tingkat pendidikan di Agam.

Aktifitas belajar dan mengajar kembali ditiadakan. Dan anak didik dan guru tetap melakukan proses pembelajaran melalui daring dan luring.

Isra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam menjelaskan, penekanan ini disebabkan berubahnya status zona orange di Agam. Artinya, angka peningkatan orang terpapar Covid-19 kembali meningkat. Membuat grafik status berubah yang awalnya sudah hijau meningkat menjadi kuning hingga orange.

“Sesuai hasil rapat evaluasi gugus tugas penanganan Covid-19 bersama Forkopimda, mengharuskan Bupati Agam membuat Surat Edaran untuk melakukan kebijakan. Menutup kembali aktifitas ajar mengajar secara tatap muka. Kebijakan ini telah dimulai Senin (26/4) lalu,” ungkapnya.

Hal ini sesuai keputusan tiga menteri terkait proses belajar mengajar harus menyesuaikan kondisi dan situasi daerah masing-masing. Terutama berkenaan dengan tingkat status zona covid-19 di setiap daerah.

Kepala Disdikbud Agam itu juga menjelaskan sejak pemberlakuan belajar daring dan luring, banyak anak didik yang mengalami penurunan. Terutama daya kompetisi dan tingkat daya tangkap anak memahami semua pelajaran yang diberikan.

“Pengaruh belajar menggunakan handphone jelas banyak pengaruh buruknya. Apalagi masih minimnya kemampuan orang tua memiliki handphone. Adapun yang mampu, tapi sangat lemah untuk melakukan pengawasan atau control penggunaan alat telekomunikasi berjaringan internet tersebut,” tutupnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top