Payakumbuh, Prokabar – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan Komunitas Seni Intro, Dinas Kebudayaan Sumbar dan Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Payakumbuh, bakal menggelar Payakumbuh Literary Festival (PLF), Selasa (13/11). Apa itu?
Direktur PLF Iyut Fitra menyebut, acara ini, merupakan aksi nyata dalam platfon Indonesiana untuk menumbuhkembangkan minat baca dan gerakan literary di Ranah Minang.

“Acara kita mulai tanggal 13 sampai 16 November,” kata Iyut Fitra, kepada Prokabar Minggu (11/11) di Komunitas Seni Intro, Padang Tangah, Koto Nan Ampek, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.
Tidak tanggung tanggunh, Festival Literary ini, bakal dihadiri ratusan sastrawan, penulis, budayawan dan pegiat kebudayaan dari beragam penjuru Tanah Air. “Untuk Sumbar saja, ada 65 orang,” imbuh sastrawan kenamaan itu.
Iyut menyebut, rundown acaranya juga sudah selesai disusun. “Nanti, akan ada juga PLF road to cafe dengan tajuk ‘kami temani kalian ngopi’,” jelas Iyut Fitra.
Iyut optimis, PLF nanti akan banjir peserta. “Apalagi, akan dihadiri juga oleh tokoh tokoh masyarakat, kaum milineal, pelajar, mahasiswa,” jelas tokoh sastra Tanah Air itu.
Di sisi lain, budayawan dan sastrawan Yudilfan Habib mengaku, keberadaan PLF akan menjadi wadah perpustakaan atau ruang baca publik.
Berupaya untuk memicu minat baca, khususnya di Payakumbuh, umumnya di Sumbar. “Gerakan gemar membaca dan juga berbagai hal dalam gerakan literally selain membaca, juga membentuk kelompok menulis, kelompok diskusi dan gerakan kreatif lainnya,” kata dia.
Yusra Maiza, salah satu pendiri komunitas Payakumbuh Membaca mengaku, Payakumbuh punya segudang sastrawan dan budayawan yang mampu menggelar kegiatan luar biasa.
“Mari kita ramaikan,” kata Ketua KONI Payakumbuh itu, terpisah. (vbm)
















