Agam, Prokabar — Pawai Obor salah satu cara memeriahkan semangat menyambut bulan suci Ramadan bagi sebagian besar masyarakat Islam di Sumatera Barat.
Seperti pada TPA/MDA Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu malam (10/4). Selain di Jorong Bancah, Jorong Kukuban dan sejumlah daerah lainnya juga serentak melaksanakan Pawai Obor.
Menurut Yasni Sukri (60) menyebutkan pelaksanaan pawai obor menyambut ramadan sudah tradisi bagi masyarakat. Dilaksanakan melalui arahan walijorong beserta pemuda. Kegiatan diiringi alat kesenian Tambua Tansa bersama dan seluruh masyarakat.
Sementara peserta merupakan anak-anak didik di MDA/TPA Didikan Subuh. Mereka didampingi orang tua beserta tokoh masyarakat lainnya.
“Kegiatan merupakan agenda rutin menyambut ramadan. Khusus tahun ini harus dilaksanakan sesuai protokol kesehatan covid-19,” ungkapnya.
Pawai obor berkeliling sepanjang jalan, memiliki makna dan nilai tersendiri pada anak didik dan masyarakat. Terutama menanamkan semangat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada ALLAH SWT.
“Melalui pawai obor akan memberi makna mendalam pada anak didik. Sehingga semangat menjalankan ibadah puasa selama ramadan, memperkuat syariat Islam dalam jiwanya,” lanjutnya.
Pensiunan guru SMK 1 Tanjung Raya itu melanjutkan, pada dahulu kala, nenek moyang Minangkabau yang telah menganut Islam tidak memiliki lampu penerangan tenaga listrik.
Sehingga alat penerangan hanya obor yang terbuat dari sebatang bambu diisi dengan serabut kelapa. Pada ujungnya dibakar kemudian memberi penerang jalan untuk menuju masjid, menunaikan ibadah sholat tarawih, Isya atau subuh berjemaah.
“Nilai ibadah salat berjemaah di masjid lebih tinggi, dan semakin berlipat ganda di bulan suci ramadan. Setiap umat muslim sangat dianjurkan untuk bersama-sama sholat berjemaah di masjid. Untuk tidak gelap dan terang berjalan di malam hari atau subuh, digunakan obor sebagai alat penerang jalan,” terangnya.
Selain itu, kebiasaan itu akan memberikan pendidikan dan pengalaman berharga bagi anak didik. Melatih mereka untuk tangguh dan berjuang dalam menyiarkan Agama Islam. Kuat mempertahankan keimanan dan ketaqwaannya kepada ALLAH SWT.
“Kami jelas sangat berharap dapat meninggalkan generasi yang lebih Islami dan Bernini luhur. Beraklak tul qorimah, cerdas dan berkarakter sesuai falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tutupnya. (rud)
















