Daerah

Pasien Rujukan RSUD Padang Panjang, Dikonfirmasi Positif Covid-19

Dibaca : 661

Padang Panjang, prokabar – Warga Kota Padang Panjang semakin dituntut kewaspadaan dan keseriusan menyikapi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Itu setelah seorang PDP (pasien dalam pengawasan) asal Panyalaian Tanah Datar, yang sebelumnya dirawat di RSUD Padang Panjang, kini dirawat di RSUP M. Jamil Padang, dipastikan positif covid-19

Pasien atas nama NS, (29 tahun), dikonfirmasi positif setelah yang bersangkutan menjalani dua kali test swab, yang kedua-duanya ternyata positif. Demikian disampaikan Direktur RSUD Padang Panjang, dr. Ardoni, Minggu (26/4) malam di Padang Panjang.

Menurut Ardoni, NS masuk di IGD RSUD Padang Panjang, Jum’at, (24/4), pukul 10:00. Dia sedang hamil 36 Minggu. Mengaku nyeri di punggung dan menjalar ke ari ari di perut. Melihat kondisinya yang tak mungkin ditangani di RSUD Padang Panjang, NS yang bersuami baru pulang dari Jakarta sebulan lampau itu, di rujuk ke RSUP M. Djamil di Padang, hari Sabtu, (25/4), pukul 16:00.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh RSUP M. Djamil, Minggu sore pukul 16:00, diperoleh hasil labor, bahwa NS positif Covid-19. Menyadari akan hal ini Ardoni, mengatakan, pihaknya akan menelusuri riwayat kedatangan pasien NS itu.

Pihaknya juga akan melakukan desinfeksi dan sterilisasi terhadap seluruh ruangan yang pernah dilalui pasien NS. Dia juga akan melakukan isolasi terhadap petugas yang pernah kontak fisik dengan fasien NS selama 14 hari.

Walikota Padang Panjang Fadly Amran juga menghimbau seluruh warganya, untuk lebih menaati aturan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), yang sedang berlangsung. Mengingat, ada kemungkinan, sebelum masuk ke RSUD,  NS pernah singgah di pasar Padang Panjang.

Kadis Kesehatan Kota Padang Panjang, Nuryanuwar menambahkan akan meminta rekam medik yang bersangkutan. Salain itu, langkah tracking juga akan dilakukan untuk menentukan langkah penanganan terhadap orang-orang yang pernah berhubungan dengannnya.

Informasi sementara, sebelum ke RSUD Padang Panjang, wanita tersebut pernah berobat ke Puskesmas Kebun Sikolos. “Sesuai protokol kesehatan, orang-orang yang pernah berhubungan langsung dengan yang bersangkutan harus menjalani karantina,” jelasnya.(mht)

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top