Pasca Warga Diterkam Buaya di Bawan, Ini Dilakukan BKSDA Resor Agam

Penulis -

Rabu, 15 April 2020 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ampek Nagari, Prokabar — Peristiwa naas dialami seorang pencari ikan bernama Kundori (75), diterkam Buaya di Alahan Duku, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Selasa (14/4) malam. Menanggapi kejadian itu, BKSDA Resor Agam kembali melakukan penanganan konflik satwa liar Buaya Muara (Crocodylus), ke lokasi tersebut, Rabu (15/4) pagi.

4 orang Tim Balai Konservasi Sumbar Daya Alam tersebut dipimpin langsung Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra. Menelusuri dan menyisir tepian sungai, mencari tempat Buaya itu bersarang dan biasa berkeliaran.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sebelumnya, Maret 2019 kejadian yang sama pernah terjadi di sekitar lokasi. Namun beruntung, korban bernama Mirsel (25) tersebut selamat dari maut,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan masyarakat, lokasi yang berada dekat dengan salah satu perusahaan perkebunan sawit itu memang sudah menjadi habitat Buaya sejak dahulunya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kami sudah pernah berkoordinasi dengan perusahan perkebunan sawit itu. Untuk melarang masyarakat mencari ikan ke sungai Batang Alahan Anggang Muaro Batang Rawang, Nagari Bawan itu. Tapi entah kenapa, sebagian masyarakat masih saja keras kepala untuk mencari ikan di sana,” ungkap Kepala Resor BKSDA Resor Agam, Ade Putra.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dalam upaya penanganan konflik satwa liar itu, Tim BKSDA belum mendapatkan keberadaan pasti Buaya berukuran sekitar 2 meter tersebut. “Kita akan terus melakukan pemantauan ke lokasi. Untuk hari ini, kami masih memetakan titik lokasi yang dianggap menjadi sarang Crocodylus. Dan kami mengimbau masyarakat untuk jangan lagi ada ke sana. Karena sangat membahayakan diri sendiri,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB