Ampek Nagari, Prokabar — Peristiwa naas dialami seorang pencari ikan bernama Kundori (75), diterkam Buaya di Alahan Duku, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Selasa (14/4) malam. Menanggapi kejadian itu, BKSDA Resor Agam kembali melakukan penanganan konflik satwa liar Buaya Muara (Crocodylus), ke lokasi tersebut, Rabu (15/4) pagi.
4 orang Tim Balai Konservasi Sumbar Daya Alam tersebut dipimpin langsung Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra. Menelusuri dan menyisir tepian sungai, mencari tempat Buaya itu bersarang dan biasa berkeliaran.
“Sebelumnya, Maret 2019 kejadian yang sama pernah terjadi di sekitar lokasi. Namun beruntung, korban bernama Mirsel (25) tersebut selamat dari maut,” terangnya.
Berdasarkan pengakuan masyarakat, lokasi yang berada dekat dengan salah satu perusahaan perkebunan sawit itu memang sudah menjadi habitat Buaya sejak dahulunya.
“Kami sudah pernah berkoordinasi dengan perusahan perkebunan sawit itu. Untuk melarang masyarakat mencari ikan ke sungai Batang Alahan Anggang Muaro Batang Rawang, Nagari Bawan itu. Tapi entah kenapa, sebagian masyarakat masih saja keras kepala untuk mencari ikan di sana,” ungkap Kepala Resor BKSDA Resor Agam, Ade Putra.
Dalam upaya penanganan konflik satwa liar itu, Tim BKSDA belum mendapatkan keberadaan pasti Buaya berukuran sekitar 2 meter tersebut. “Kita akan terus melakukan pemantauan ke lokasi. Untuk hari ini, kami masih memetakan titik lokasi yang dianggap menjadi sarang Crocodylus. Dan kami mengimbau masyarakat untuk jangan lagi ada ke sana. Karena sangat membahayakan diri sendiri,” pungkasnya. (rud)
















