Beijing, Prokabar — Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan, Tiongkok diinformasikan sejauh ini tidak ada yang terjangkit Novel Corona Virus (2019-nCoV).
Kabar tersebut disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu setelah mendapat kabar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.
Karena itu Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat pencegahan di setiap pintu masuk negara Indonesia. Masa inkubasi sampai timbul penyakit kurang lebih 18 hari.
Jadi bisa saja seseorang tertular nCoV di Tiongkok tapi sakitnya baru terjadi di Indonesia. Namun demikian, Kemenkes melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara maupun pelabuhan menekankan upaya pencegahan dengan memasang termoscanner.
“Setiap penumpang dari luar negeri terutama dari negara yang terkena wabah nCoV seperti Tiongkok, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat diperketat untuk pemeriksaan melalui termoscanner,” kata Wiendra dilansir Minggu (26/1).
Lalu ada juga health allert card diberikan kepada semua penumpang di pesawat atau kapal. Wiendra mengimbau apabila dalam dua minggu mengalami gejala seperti batuk, demam harus diperiksakan ke fasilitas layanan kesehatan.
“Selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), utamakan cuci tangan pakai sabun sebelum makan. Yang paling penting adalah semua orang tidak perlu cemas, tidak perlu terlalu panik. Kemudian perhatikan etika batuk seperti dengan menggunakan masker saat batuk,” kata Wiendra. (*)
















