Daerah

Pasca Porprov Sumbar, Ini yang Dilakukan PAJI Agam

Sungai Batang, Prokabar — Persatuan Arung Jeram Indonesia atau PAJI Kabupaten Agam menggelar silahturahmi bersama seluruh anggota tim beserta pelatih, Minggu malam (16/12). Bersamaan itu, Ketua Koni Kabupaten Agam, Zarfinus Makmur dan Pelatih PAJI Kabupaten Agam, Lettu. Marinir Oriza turut hadir.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah anggota PAJI di Tanah Sirah, Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Bertujuan memperkuat kekerabatan dan kekompakan dikemudian hari. Pelaksanaan kegiatan usai mengikuti perlombaan Dragon Boat dan sampan ivent Festival Danau Maninjau di objek wisata Muko-muko pada Sabtu dan Minggu.

Zarfinus Makmur mengungkapkan sangat bangga dan senang atau prestasi yang sudah diraih atlet Arung Jeram, pada Porprov. Sumbar 2018 lalu. Meski tidak mendapatkan dukungan penuh terutama dari sisi anggaran dan peralatan, Paji Agam masih mampu mendulang 4 medali. Dari empat perlombaan yang diikuti atlet Arung Jeram berhasil meraih 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

“Pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Barat 2018 kemaren, Kondisi Koni Agam sempat mengalami krisis keuangan. Meski akhirnya dapat teratasi dengan baik, setelah menjalin komunikasi yang baik dengan pihak terkait,” terang Zarfinus.

Ia mewakili Koni Kabupaten Agam beserta jajarannya, mengucapkan permintaan maaf atas segala kelemahan dan kekurangan yang terjadi. Berharap dikemudian hari, dapat mengakomodir segala kebutuhan atlet beserta pelatih cabor PAJI.

Di sisi lain, Ketua Koni Agam juga sangat memuji seluruh cabor yang sudah memainkan atlet binaan sendiri, terutama dari putra daerah. Meski tidak seluruhnya berasal dari atlet Agam, minimal masih dari Provinsi Sumatra Barat. “Kita harus menghindari memakai atlet dari luar Sumatra Barat. Karena akan merugikan kita sendiri,” tegasnya.

Lettu. Marinir Oriza selaku pelatih dayung dan Arung Jeram menjelaskan, Atlet yang ada berasal dari atlet senior yang sudah tidak bisa ikut bertanding. Sehingga beralih ke Arung Jeram dengan penentuan umur masih bisa ikut bertanding.”Artinya atlet Arung Jeram sudah memiliki dasar kemampuan atau skill sebelumnya. Bahkan rata-rata mereka sudah menjadi pelatih di dayung,” terang Lettu. Marinir Oriza.

Mental tanding dan juara sudah dimiliki seluruh atlet Arung Jeram. “Yang perlu kita tingkatkan adalah memiliki perahu dan perlengkapan Arung Jeram. Karena baru merintis, PAJI Agam belum memiliki satupun peralatan,” tuturnya.

Setidaknya, atlet dayung dan arung jeram sangat kompak dan selalu menjalankan tugas atau tupoksinya masing-masing. “Kami selalu membina silahturahmi dan kebersamaan ini dengan banyak cara. Salah satunya melakukan syukuran dan panggang ikan bersama hari ini,” pungkas Anggota Marinir Lantamal II Padang tersebut. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top