Daerah

Pasca Ditangkap, Nelayan Pukat Harimau di Pessel Kembali Membandel

Pessel, Prokabar – Pasca ditangkapnya dua orang nelayan pukat harimau di laut Muaro Kandis, Kecamatan Linggo Sari Banganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumber, pada Senin (9/9) lalu.

Namun, pada Rabu (11/9) pagi sejumlah nelayan pukat harimau tetap kembali membandel atau tetap melakukan mencari ikan dengan alat yang sudah dilarang oleh Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Karena, alat tangkap jenis ini disebut tidak ramah lingkungan.

Tokoh Pemuda Linggosari Baganti, Eko Irwan (24) mengatakan, aktivitas pukat harimau kembali membandel atau kembali beroperasi di laut Muaro Kandis.

Tampaknya mereka tidak takut setelah ditangkapnya dua orang oleh DKP Sumbar. Warga setempat merasa resah karena kapal pukat harimau yang telah dilarang itu beroperasi kembali yang berangkatnya pada pagi dan malam.

“Kapal pukat harimau tersebut bila siang hari menangkap ikan di tengah laut tapi bila malam mereka menangkap ikan di pinggir sehingga mengganggu para nelayan kecil, malahan mereka sering menabrak jaring nelayan lainnya,” ujarnya.

Kepala DKP Sumbar, Yosmeri mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengawasan serta patroli terus menerus dengan pihak terkait seperti Polisi dan TNI Angkatan Laut.

Kapan jadwal dilakukan pengawasan pihaknya belum bisa menyebutkan secara pasti.

“Kami belum bisa menyebutkan kapan dilakukan pengawasan, karena kami kemaren baru melakukan pengawasan dan menangkap dua orang pelaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila dilakukan pengawasan pihaknya terlebih dahulu mencari waktu yang tepat dan sesuai dengan SOP.

“Kami tetap melakukan pengawasan secara rutin jika kedapatan kami tetap akan menindak tegas pelakunya,” tutupnya,(min)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top