Daerah

Pasca Banjir, Puing Kayu Berserakan di Pasaman

Pasaman, Prokabar — Banjir bandang dari dua sungai di Kecamatan Lubuk Sikaping telah berakhir. Puing-puing kayu yang dihanyutkan air menyajikan pandangan tersendiri dari masyarakat.

Cukup banyaknya puing kayu yang dihanyutkan banjir, tidak menampik masih maraknya aktifitas illegal loging di Pasaman. Tidak satu atau di dua lokasi. Banyak ternyata aksi illegal loging ini di Pasaman.

Pantauan Prokabar.com, aksi illegal loging ini ternyata sangat mudah untuk ditemui, terutama di Kecamatan Lubuk Sikaping. Tidak butuh berjam-jam, atau mengintai diam-diam untuk mengetahui aksi illegal loging.

Seperti di kawasan Banio Bungkuk, Batung Beririk, Kecamatan Lubuk Sikaping. Naiklah ke bukit yang satu ini, hanya 30 menit jalan kaki, aktifitas para operator chainsaw membelah kayu di hutan belantara tersebut bakal terdengar.
“Kalau di sini, apapun kayunya, jika besar, bakal dibelah. Kebanyakan bakal diolah untuk kayu perabot, seperti tempat tidur atau lemari biasa,” kata Andi (37), salah seorang kurir pengangkut kayu yang ditemui Prokabar.com, Senin (6/8).

Itu baru di satu tempat, berbeda lagi di Tonang Talu, Kecamatan Lubuk Sikaping. Di lokasi ini, para pelaku illegal loging agaknya sudah pintar-pintar menghindari petugas Polhut. Mereka punya trik tersendiri saat beraktifitas.

“Kalau di sini, para pelaku illegal loging mengangkut kayu olahan memakai kerbau. Setelah itu baru diangkut menggunakan becak ke pemukiman warga. Biasanya, jika ada informasi razia, aktifitas bakal terhenti,” kata Fauzan, salah seorang pemilik kebun yang sering menyaksikan aktifitas para pelaku illegal loging.

Dijelaskan Fauzan, tidak jauh-jauh pelaku aksi ini. Pada umumnya, oknum masyarakat sekitar lokasi illegal loging tersebut.

“Pantauan saya, aknum masyarakat ini hanya operator mesin. Sementara si cukong, biasanya main bersih saja. Jika katu sudah ditumpuk oleh pekerja, baru dijemput. Tak jarang juga kayu ini diamankan Polhut,” tutup Fauzan. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top