Pasca Banjir, Puing Kayu Berserakan di Pasaman

Penulis -

Selasa, 7 Agustus 2018 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Banjir bandang dari dua sungai di Kecamatan Lubuk Sikaping telah berakhir. Puing-puing kayu yang dihanyutkan air menyajikan pandangan tersendiri dari masyarakat.

Cukup banyaknya puing kayu yang dihanyutkan banjir, tidak menampik masih maraknya aktifitas illegal loging di Pasaman. Tidak satu atau di dua lokasi. Banyak ternyata aksi illegal loging ini di Pasaman.

Pantauan Prokabar.com, aksi illegal loging ini ternyata sangat mudah untuk ditemui, terutama di Kecamatan Lubuk Sikaping. Tidak butuh berjam-jam, atau mengintai diam-diam untuk mengetahui aksi illegal loging.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Seperti di kawasan Banio Bungkuk, Batung Beririk, Kecamatan Lubuk Sikaping. Naiklah ke bukit yang satu ini, hanya 30 menit jalan kaki, aktifitas para operator chainsaw membelah kayu di hutan belantara tersebut bakal terdengar.
“Kalau di sini, apapun kayunya, jika besar, bakal dibelah. Kebanyakan bakal diolah untuk kayu perabot, seperti tempat tidur atau lemari biasa,” kata Andi (37), salah seorang kurir pengangkut kayu yang ditemui Prokabar.com, Senin (6/8).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Itu baru di satu tempat, berbeda lagi di Tonang Talu, Kecamatan Lubuk Sikaping. Di lokasi ini, para pelaku illegal loging agaknya sudah pintar-pintar menghindari petugas Polhut. Mereka punya trik tersendiri saat beraktifitas.

“Kalau di sini, para pelaku illegal loging mengangkut kayu olahan memakai kerbau. Setelah itu baru diangkut menggunakan becak ke pemukiman warga. Biasanya, jika ada informasi razia, aktifitas bakal terhenti,” kata Fauzan, salah seorang pemilik kebun yang sering menyaksikan aktifitas para pelaku illegal loging.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Dijelaskan Fauzan, tidak jauh-jauh pelaku aksi ini. Pada umumnya, oknum masyarakat sekitar lokasi illegal loging tersebut.

“Pantauan saya, aknum masyarakat ini hanya operator mesin. Sementara si cukong, biasanya main bersih saja. Jika katu sudah ditumpuk oleh pekerja, baru dijemput. Tak jarang juga kayu ini diamankan Polhut,” tutup Fauzan. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB