Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

Pasca Banjir, Pasaman Barat Berstatus Tanggap Darurat

Gambar udara Banjir di Pasaman (Prokabar)
Dibaca : 1.6K

Pasaman Barat, Prokabar – Pasca  hujan di Kabupaten Pasaman Barat sehingga berakibat banjir dan longsor diseluruh wilayah kecamatan, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetapkan Pasaman Barat dalam status tanggap Darurat Daerah.

“Benar, Pasaman Barat dalam status tanggap darurat daerah setelah hampir menyeluruh wilayah dilanda banjir dan longsor,” sebut Kepala BPBD Pasaman Barat, Tri Wahluyo, Jumat (12/10) siang.

Lebih lanjut dikatakan Tri Wahluyo, Tingginya curah hujan selama dua hari terakhir ini berakibat di sebelas kecamatan yang ada di pasaman barat dilanda banjir dan longsor. Yakni, Kecamatan Kinali, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kecamatan Pasaman, Kecamatan Talamau, Kecamatan Gunung Tuleh, Kecamatan Sungai Aur, Kecamatan Lembah Melintang, Kecamatan Koto Balingka, Kecamatan Ranah Batahan, Kecamatan Sungai Beremas.

Sementara yang terparah dilanda Banjir berada di tiga titik kecamatan, yakni Kecamatan Pasaman yang berlokasi Nagari Aia Gadang, Kecamatan Koto Balingka yang berlokasi di Sikabau dan Kecamatan Ranah Batahan berlokasi di Lubuk gobing.

Untuk lokasi longsor berada di dua titik kecamatan, yakni Kecamatan Gunung tuleh yang berlokasi di muaro kiawai dan Kecamatan Talamau yang berlokasi di Rimbo Kajahatan nagari kajai.

Menurut Tri Wahluyo, sebanyak 1500 kepala keluarga sudah diungsikan ke tempat yang aman. Data kerugian sementara mencapai milyaran rupiah.

Hingga saat ini dari data sementara petugas dilapangan, sebanyak 3 unit jembatan gantung rusak dihantam derasnya air sungai yakni, Jembatan penghubung Tanjung Pangkal-PT Gersindo di Kecamatan Pasaman, Jembatan gantung di Lubuk Gobing Kecamatan Ranah Batahan, Jembatan Gantung Sikabau di Kecamatan Koto Balingka.

Untuk bangunan yang rusak seperti, pemukiman penduduk, Fasilitas Umum, Infrastruktur atau sosial seperti sekolah, puskesmas dan rumah ibadah masih dalam pendataan. Sementara untuk korban jiwa belum ada laporan hingga saat ini

Tak hanya itu, ada dibebera titik jalan mengalami rusak parah akibat diterjang banjir. Warga dan Tim SAR bergotong royong memperbaiki jalan tersebut demi kelancaran akses dalam mengantarkan logistik bantuan.

“Intensitas curah hujan saat ini belum bisa diprediksi karena cuaca masih berstatus mendung. Kita masih khawatir tiba-tiba hujan deras kembali terjadi. Mudah-mudahan apa yang dikhawatirkan tidak terjadi,” harap Tri Wahluyo. (Irf)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top