Padang, Prokabar — Meskipun membahayakan jiwa, namun sebagian siswa sekolah dan warga masih nekat menggunakan jembatan gantung yang nyaris putus sebagai tempat lalulintas mereka.
Meski sudah ada garis larangan, warga tetap saja melintasi jembatan tersebut.
Pasalnya, jembatan penghubung Kampung Beringin dengan Kampung Pulau itu merupakan akses terdekat bagi warga setempat dan keberadaanya cukup fital bagi perekonomian warga.
“Kalau memutar sekitar dua kilometer, melewati Simpang Patai untuk menuju ke Bandar Buat yang merupakan jalan utama Padang-Indarung.
Pantauan Prokabar, Senin (5/11), sejumlah murid SD meniti jembatan yang sudah miring itu dengan sangat hati hati. Jika terjatuh, air sungai menunggunya dibawah. Begiu juga dengan orang dewasa.
Diketahui sebelumnya, jembatan itu rusak setelah dihantam luapan air Sungai Beringin Jumat (2/11) lalu. (gas)
















