Pasaman, Prokabar — Satu per satu objek yang didera bencana banjir pada 9 Oktober lalu di Pasaman mulai terdata. Tercatat, 503 hektar lahan pertanian dibuat rata oleh banjir. Tidak sedikitpun sisa tanaman yang layak untuk diteruskan perawatannya hingga musim panen.
Dijelaskan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultural Dinas Pertanian Pasaman, Efrianto, ratusan hektar lahan rusak itu terdapat di empat kecamatan. Mulai dari Bonjol, Tigo Nagari, Duo Koto dan Mapattunggul.
“Dari total keseluruhan, tanaman yang gagal panen tersebut terdiri dari padi sebanyak 369 hektare, jagung 115 hektare serta kacang tanah dan lain-lainnya seluas 19 hektare,” kata Efrianto.
Dirinci Efeianto, di Kecamatan Bonjol, tanaman padi warga yang gagal panen 125 hektare, jagung 40 hektare, kacang tanah 11 hektare. Kemudian di Kecamatan Tigo Nagari lahan padi warga yang rusak 4 hektare. Kecamatan Dua Koto lahan padi warga yang gagal panen sebanyak 65 hektare, jagung satu hektare, kacang tanah dua hektare. Terakhir di Mapattunggul hanya lahan jagung warga yang rusak seluas 23 hektare. (Ola)
















